This study aims to determine the effectiveness of a community empowerment program using the Asset-Based Community Development (ABCD) method in improving the numeracy skills of second-grade students at SD Negeri 5 Jatimulyo, South Lampung, through Jarimatika. The research employed a descriptive approach following the ABCD stages, which include discover, dream, design, define, and destiny. The subjects of the study were 24 second-grade students aged 7–8 years. Data were collected through observation, interviews, documentation, and numeracy tests in the form of pre-tests and post-tests. The results showed a significant improvement in students’ addition skills and calculation speed after the program was implemented. The average pre-test scores increased by 41,38% across count components after participating in the finger-counting activities. In addition, students demonstrated enhanced fine motor coordination, improved learning focus, and greater enthusiasm during lessons. The ABCD approach also succeeded in increasing teacher and parent involvement in the learning process, thereby creating a more collaborative and sustainable learning environment. In conclusion, the ABCD-based community empowerment program proved effective in improving students’ numeracy skills and can serve as a creative and practical alternative learning method in elementary schools.ABSTRAKPengabdian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program pemberdayaan masyarakat melalui metode Asset-Based Community Development (ABCD) dalam meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas 2 SD Negeri 5 Jatimulyo Lampung Selatan melalui kegiatan Jarimatika. Metode pengabdian menggunakan pendekatan deskriptif dengan tahapan ABCD yang meliputi discover, dream, design, define, dan destiny. Subjek pengabdian adalah 24 siswa kelas 2 yang berusia 7–8 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta tes berhitung berupa pre-test dan post-test. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan penjumlahan dan kecepatan berhitung setelah program diterapkan. Rata-rata nilai pre-test meningkat sebesar 41,38% aspek berhitung setelah mengikuti kegiatan Jarimatika. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan koordinasi motorik halus, fokus belajar, dan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran. Pendekatan ABCD juga berhasil meningkatkan keterlibatan guru dan orang tua dalam proses pembelajaran, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih kolaboratif dan berkelanjutan. Kesimpulannya, program pemberdayaan masyarakat berbasis ABCD efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung siswa dan dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran yang kreatif dan aplikatif di sekolah dasar.