Latar Belakang: Personal hygiene merupakan aspek penting dalam pemeliharaan kesehatan anak karena berperan dalam pencegahan berbagai penyakit infeksi, gangguan kulit, serta peningkatan kualitas hidup. Pada anak tunagrahita, keterbatasan fungsi intelektual dan kemampuan adaptif sering menjadi hambatan dalam mempelajari serta mempertahankan perilaku kebersihan diri secara mandiri. Anak dengan disabilitas intelektual kerap mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas dasar seperti mencuci tangan, mandi, menyikat gigi, serta mengelola eliminasi, sehingga membutuhkan pembiasaan dan pendampingan yang berkelanjutan dari keluarga maupun lingkungan sekolah. Dukungan keluarga berperan penting dalam membantu anak mencapai kemandirian personal hygiene. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel, yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 40 responden. Uji Statistik menggunakan Spearman-Rank. Hasil: Hasil penelitian ini diketahui bahwa dukungan keluarga mengenai tingkat kemandirian dari hasil analisa Spearma-Rank diperoleh p value = .000 < α 0,05 artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Palangka Raya ,631 yang artinya keeratan hubungan dikategorikan kuat. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak tunagrahita. Keluarga yang memberikan dukungan optimal cenderung memiliki anak dengan tingkat kemandirian yang lebih baik dalam melakukan aktivitas perawatan diri. Oleh karena itu, keluarga perlu meningkatkan kualitas interaksi, pendampingan, serta pemberian motivasi secara berkelanjutan guna membantu anak tunagrahita mencapai kemandirian yang lebih optimal dalam kehidupan sehari-hari.