Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pengalihan Penggunaan Gadget Dengan Menyusun Lego Brick Terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia 7-8 Tahun Di Rw 01 Desa Buniayu Sukamulya Kabupaten Tangerang Tarbiatunisa, Tarbiatunisa; Mursiah; Ria Setia Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1453

Abstract

Perkembangan teknologi semakin pesat, gadget adalah contoh dari banyaknya teknologi yang berkembang di masyarakat, banyaknya anak yang menggunakan gadget sehingga berdampak pada perkembangan emosionalnya, maka salah satu cara untuk pengalihan penggunaan gadget yaitu dengan menyusun lego brick terhadap perkembangan emosional anak Tujuan penelitian untuk Mengetahui perkembangan emosional anak sebelum dan sesudah dilakukan pengalihan penggunaan gadget dengan menyusun lego brick terhadap perkembangan emosional anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode desain Quasy Eksperimental dengan pre-post test control group design. teknik yang digunakan adalah non probality sampling dengan total sampling. Sampel berjumlah 82 responden dengan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil Penelitian : Hasil penelitian yang dilaksanakan di Rw 01 Desa Buniayu sukamulya Kabupaten Tangerang, bahwa ada pengaruh pengalihan penggunaan gadget dengan menyusun lego brick terhadap perkembangan emosional anak usia 7-8 tahun.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT SKABIES TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PADA REMAJA KELAS 8 DI PONDOK PESANTREN DAARUL MUKHTARIN KABUPATEN TANGERANG Sahara, Syawal Nur; Mursiah; Ria Setia Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1461

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei. Penyakit ini sering ditemukan di lingkungan padat seperti pondok pesantren, dan rendahnya pengetahuan santri menjadi salah satu faktor tingginya prevalensi. Tujuan: Mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja dalam pencegahan penyakit skabies. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimental dengan rancangan Pre-Test Post-Test With Control Group Design. Teknik Sampel: random sampling. Jumlah Sampel: 132 responden, terdiri dari 66 kelompok intervensi dan 66 kelompok kontrol. Analisis Data: Menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan pre dan post dalam kelompok, dan uji Mann-Whitney untuk membandingkan antar kelompok kontrol. Hasil Penelitian: Kelompok intervensi mengalami peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan penyuluhan kesehatan (p-value=0,000), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (p-value=0,083). Perbedaan pengetahuan antara kedua kelompok signifikan (p-value=0,000).
Pengaruh Edukasi Mencuci Tangan Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa/I Kelas 5 Di SDN Sarakan 3 Kabupaten Tangerang Anggraeni, Susan Tri; Mursiah; Ria Setia Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1464

Abstract

Pengetahuan siswa sekolah dasar tentang mencuci tangan masih rendah, padahal perilaku ini penting untuk mencegah penyakit menular. Tujuan : Mengetahui pengaruh edukasi mencuci tangan terhadap Tingkat pengetahuan siswa/I kelas 5 di SDN Sarakan 3 Kbupaten Tangerang. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen two group pretest-design. Sampel berjumlah 108 siswa yang dibagi menjadi kelompok intervensi (54 siswa) dan kelompok kontrol (54 siswa) dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian : Sebelum intervensi, mayoritas siswa pada kedua kelompok memiliki pengetahuan rendah. Setelah edukasi, kelompok intervensi mengalami peningkatan signifikan dengan mayoritas (87%) berpengetahuan tinggi, sedangkan pada kelompok control hanya (52%) yang meningkat. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p = 0.000 pada kelompok intervensi dan p = 0.066 pada kelompok control.