Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Ketersediaan Aksesibilitas Pelabuhan, Biaya Transportasi dan Daya Beli Masyarakat Terhadap Efisiensi Distribusi Logistik Pada Umkm Di Kabupaten Banggai Kepulauan Kaape, Arsyil Ramadhani; Suyanto, Mohammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.4878

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh ketersediaan aksesibilitas pelabuhan, biaya transportasi, serta daya beli masyarakat terhadap efisiensi distribusi logistik pada UMKM di Kabupaten Banggai Kepulauan. Sebagai daerah kepulauan, wilayah ini menghadapi berbagai kendala distribusi, seperti mahalnya biaya angkutan laut dan keterbatasan sarana prasarana pelabuhan, yang berdampak langsung pada kinerja logistik dan daya saing ekonomi lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 96 responden yang terlibat dalam aktivitas distribusi barang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial ketersediaan aksesibilitas pelabuhan berpengaruh signifikan terhadap efisiensi distribusi, ditunjukkan oleh nilai t hitung yang lebih besar dibandingkan t tabel serta tingkat signifikansi di bawah 0,05. Variabel biaya transportasi dan daya beli masyarakat juga terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi distribusi logistik. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap efisiensi distribusi dengan nilai F yang tinggi dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,751 mengindikasikan bahwa 75,1% variasi efisiensi distribusi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan akses pelabuhan, efisiensi biaya transportasi, dan penguatan daya beli masyarakat sebagai dasar perumusan kebijakan logistik daerah guna mendukung keberlanjutan UMKM dan pertumbuhan ekonomi wilayah kepulauan.