Kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk budaya kerja dan kedisiplinan guru di lingkungan sekolah. Salah satu pendekatan kepemimpinan yang relevan dalam konteks pendidikan adalah kepemimpinan transformasional, yang menekankan keteladanan, motivasi, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam mendisiplinkan guru serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya di SMA Nurul Iman Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan utama kepala sekolah serta informan pendukung wakil kepala sekolah dan guru. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan transformasional melalui empat indikator utama, yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration, yang berperan dalam meningkatkan kedisiplinan guru meliputi disiplin waktu, disiplin mengajar, disiplin berperilaku, dan disiplin administrasi. Faktor pendukung dalam penerapan kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam mendisiplinkan guru di SMA Nurul Iman Palembang meliputi kompetensi dan kepribadian kepala sekolah, pemanfaatan WhatsApp sebagai media komunikasi sekolah, serta budaya kerja yang positif dan kondusif. Adapun faktor penghambat dalam penerapan kepemimpinan tersebut meliputi keterbatasan sistem monitoring kedisiplinan yang masih bersifat manual serta kondisi pribadi guru yang beragam. Secara keseluruhan, kepemimpinan transformasional kepala sekolah berperan dalam membina kedisiplinan guru melalui pendekatan yang persuasif dan berorientasi pada pemahaman individu.