Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fixed Asset Intensity, Sales Growth, dan Komisaris Independen terhadap praktik Tax Avoidance pada perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals yang terdaftar di Indonesia Stock Exchange (IDX). Tax Avoidance merupakan upaya perusahaan dalam meminimalkan beban pajak dengan memanfaatkan celah yang masih diperbolehkan dalam peraturan perpajakan, sehingga menjadi isu penting dalam tata kelola perusahaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan dan annual report perusahaan yang diperoleh dari website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun 2018–2024. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga diperoleh sebanyak 32 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari Fixed Asset Intensity (X1), Sales Growth (X2), dan Komisaris Independen (X3), sedangkan variabel dependen adalah Tax Avoidance (Y). Metode analisis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak statistik. Berdasarkan hasil pengujian model, Fixed Effect Model (FEM) merupakan model terbaik yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Fixed Asset Intensity berpengaruh terhadap Tax Avoidance, yang mengindikasikan bahwa kepemilikan aset tetap dapat memengaruhi kebijakan pajak perusahaan. Sales Growth juga berpengaruh terhadap Tax Avoidance, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan berperan dalam strategi pengelolaan pajak perusahaan. Sementara itu, Komisaris Independen tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance. Namun, secara simultan Fixed Asset Intensity, Sales Growth, dan Komisaris Independen berpengaruh terhadap Tax Avoidance. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur di bidang perpajakan serta menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan dan pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan pajak