Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penyusunan dan Realisasi Anggaran Bahan Baku (Studi Kasus Pada PT ISM) Hendrik, Hendrik; Sarania, Laura; Meidina, Indira; Tamba, Wilton; Safuan, Safuan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6238

Abstract

Anggaran bahan baku memiliki peranan penting dalam mendukung kelancaran proses produksi serta pengendalian biaya pada perusahaan manufaktur. PT ISM sebagai perusahaan yang bergerak di sektor industri makanan dan minuman dengan skala produksi besar sangat bergantung pada ketepatan penyusunan dan realisasi anggaran bahan baku agar kegiatan operasional berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penyusunan anggaran bahan baku di PT ISM, membandingkan antara anggaran dengan realisasi pemakaian bahan baku, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya selisih, serta mengevaluasi efektivitas penggunaan anggaran bahan baku dalam mendukung efisiensi produksi dan pengendalian biaya perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif ringan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan, laporan persediaan bahan baku, serta publikasi resmi PT ISM yang relevan dengan kebutuhan penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui perhitungan pemakaian bahan baku, perbandingan antara anggaran dan realisasi, serta analisis selisih yang mencakup selisih harga dan selisih kuantitas bahan baku. Dengan metode tersebut, penelitian dapat memberikan gambaran mengenai tingkat ketepatan penyusunan anggaran dan sejauh mana realisasi pemakaian bahan baku sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat selisih antara anggaran dan realisasi bahan baku, baik selisih yang bersifat menguntungkan (favorable) maupun selisih yang bersifat tidak menguntungkan (unfavorable). Selisih tersebut terutama disebabkan oleh perbedaan kuantitas pemakaian bahan baku dalam proses produksi, perubahan kebutuhan produksi, serta faktor efisiensi yang terjadi selama kegiatan operasional berlangsung.