Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Penerepan Earned Value Analysis (EVA) terhadap Waktu pada Proyek Konstruksi (Studi Kasus: Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Penyediaan Air Minum (IPA PAM) di Desa Lubuk Puar Bengkulu Tengah) Agustiawan, Alan; Dwiantoro, Edito; Belladona, Meilani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6312

Abstract

Manajemen konstruksi mencakup kegiatan perencanaan, penjadwalan, serta pengendalian proyek secara sistematis agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan target biaya dan waktu yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode pengendalian yang mampu mengevaluasi kinerja proyek secara objektif dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja waktu pada proyek konstruksi Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Penyediaan Air Minum (IPA PAM) yang berlokasi di Desa Lubuk Puar, Kabupaten Bengkulu Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Earned Value Analysis (EVA) dengan pendekatan Analisis Varians (AV). Metode tersebut dilakukan dengan membandingkan nilai anggaran yang telah direncanakan dengan biaya aktual yang telah dikeluarkan serta progres pekerjaan yang dicapai di lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa waktu penyelesaian proyek tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan rencana awal yang ditetapkan selama 289 hari. Pada minggu ke-25 hingga minggu ke-27, pelaksanaan proyek mengalami percepatan dibandingkan jadwal rencana. Namun demikian, pada minggu ke-28 hingga minggu ke-29 terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan. Berdasarkan hasil evaluasi pada minggu ke-28, prakiraan waktu penyelesaian proyek adalah 301,14 hari, sehingga terjadi keterlambatan sebesar 12,14 hari dari jadwal awal. Sementara itu, berdasarkan perhitungan evaluasi mingguan secara keseluruhan, prakiraan penyelesaian proyek mencapai 511,59 hari atau mengalami keterlambatan 222,59 hari dibandingkan dengan jadwal rencana. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengendalian waktu berkelanjutan guna meminimalkan risiko keterlambatan dan meningkatkan efektivitas manajemen proyek konstruksi secara menyeluruh pada proyek serupa lainnya.