Keberhasilan proyek konstruksi sangat bergantung pada ketepatan perencanaan dan pengendalian waktu, biaya, serta sumber daya, terutama tenaga kerja yang memiliki pengaruh signifikan terhadap durasi dan biaya pelaksanaan proyek. Perencanaan tenaga kerja yang kurang akurat sering menimbulkan ketidakseimbangan antara rencana dan realisasi pelaksanaan, sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan proyek dan pemborosan biaya. Metode penjadwalan konvensional umumnya memiliki keterbatasan dalam merepresentasikan pekerjaan yang bersifat berulang dan linear. Oleh karena itu, diperlukan metode penjadwalan yang mampu menggambarkan hubungan antara waktu, lokasi, dan produktivitas tenaga kerja secara lebih efektif. Linear Scheduling Method (LSM) merupakan metode penjadwalan yang sesuai untuk proyek dengan karakteristik pekerjaan berulang karena mampu menampilkan laju produksi tenaga kerja secara visual dalam diagram waktu dan lokasi. Di sisi lain, perhitungan kebutuhan tenaga kerja dalam proyek konstruksi di Indonesia umumnya mengacu pada Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) yang menyediakan koefisien tenaga kerja sebagai dasar perencanaan biaya dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Linear Scheduling Method dengan menggunakan perhitungan tenaga kerja berbasis Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) dalam perencanaan penjadwalan proyek konstruksi. Adapun batasan penelitian difokuskan pada perhitungan tenaga kerja langsung yang meliputi mandor, kepala tukang, tukang, dan pekerja, tanpa mempertimbangkan tenaga kerja tidak langsung, peralatan, serta material. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif melalui pengolahan data perencanaan proyek berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan koefisien tenaga kerja Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) yang selanjutnya diintegrasikan ke dalam penyusunan penjadwalan menggunakan LSM. Hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan perencanaan durasi proyek yang lebih akurat serta kebutuhan tenaga kerja yang lebih efisien dan terukur.