Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kontribusi Pajak dan BEA Balik Nama Kendaraan Bermotor dalam Meningkatkan PAD Provinsi Sulawesi Selatan Fitriani, Fitriani; Abdi, Muhammad Nur; Syahriani, Andi Tenri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6713

Abstract

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sulawesi Selatan bergantung pada Pajak daerah seperti pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Penelitian ini menganalisis kontribusi kedua jenis pajak tersebut dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama 2020-2024 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Adapun jenis data yang di gunakan adalah data primer,data diperoleh dari laporan Bapenda melalui Teknik dokumentasi, mencakup target dan realisasi penerimaan. Populasi dalam penelitian ini berupa laporan target dan realisasi penerimaan dengan sampel target dan realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan kontribusi rata-rata Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 32,53% (berkontribusi), dengan peningkatan dari 30.88% (2022) hingga 33,23% (2024). Sementara Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) berkontribusi rata-rata 20,72% (cukup berkontribusi), dengan nilai tertinggi 21,63% pada tahun 2022. Kedua jenis pajak ini memberikan kontribusi signifikan terhadap  Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebagai sumber rutin utama.Temuan ini mengindikasikan kedua jenis pajak memberikan kontribusi signifikan, dengan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebagai sumber utama  Pendapatan Aslu Daerah (PAD). Oleh karena itu, Bapenda Sulsel diharapkan integrasikan manajemen keuangan dalam optimalisasi penerimaan melalui audit rutin, penguatan sistem kontrol, serta optimalisasi alokasi agar kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) semakin meningkat.
Makna Quiet Quitting bagi Mahasiswa Generasi Z yang Bekerja Risalni, Khairunisa; Rizaldi, Andi Risfan; Syahriani, Andi Tenri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam makna fenomena Quiet Quitting bagi mahasiswa Generasi Z yang menjalankan peran ganda sebagai karyawan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Makassar. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan Fenomenologi Hermeneutik Interpretatif model Max van Manen, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan mahasiswa yang telah memiliki pengalaman bekerja selama lebih dari satu tahun. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Quiet Quitting tidak dimaknai oleh mahasiswa sebagai bentuk kemalasan, penurunan etos kerja, atau pengabaian tanggung jawab. Sebaliknya, fenomena ini diinterpretasikan sebagai strategi rasional "Penetapan Batasan Diri" (Self-Boundary Setting) yang krusial untuk menjaga stabilitas kesehatan mental dan mencegah kelelahan ekstrem (burnout) akibat beban ganda yang mereka pikul. Melalui lensa teori Konstruksi Sosial Realitas, ditemukan bahwa mahasiswa secara sadar melakukan negosiasi energi untuk memprioritaskan "Kedaulatan Akademik" di atas tuntutan profesional yang sering kali bersifat eksploitatif. Temuan ini mengonfirmasi adanya transformasi identitas di mana mahasiswa memposisikan diri mereka sebagai subjek yang berdaulat atas waktu dan tubuhnya sendiri demi menjamin keberlangsungan masa depan pendidikan mereka. Quiet Quitting berfungsi sebagai mekanisme pertahanan eksistensial untuk menyeimbangkan tanggung jawab ekonomi dengan ambisi menyelesaikan studi tepat waktu. Penelitian ini merekomendasikan perlunya organisasi menerapkan strategi sumber daya manusia yang lebih adaptif serta kebijakan work-life balance yang menghargai batasan pribadi pekerja muda guna membangun loyalitas yang berbasis pada kesejahteraan mental dan pertumbuhan berkelanjutan.