Swastika, Nurhayati
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP KINERJA YANG DIMEDIASI OLEH MOTIVASI Swastika, Nurhayati; Djawoto, Djawoto; Suhermin, Suhermin
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (In Processs)
Publisher : Program Studi Manajemen Pemerintahan dan Keuangan Daerah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmk.v15i01.53144

Abstract

Persaingan bisnis jasa logistik yang semakin dinamis menuntut perusahaan untuk mengelola sumber daya manusia secara lebih efektif guna menjaga kinerja organisasi. PT Kencana Centuri Logistik Surabaya menghadapi kondisi kinerja karyawan yang berfluktuasi dari tahun ke tahun, yang mengindikasikan adanya permasalahan pada aspek internal individu seperti keterlibatan kerja, karakteristik individu, dan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keterlibatan kerja dan karakteristik individu terhadap kinerja karyawan dengan motivasi sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modelling–Partial Least Square (SEM-PLS). Populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT Kencana Centuri Logistik Surabaya sebanyak 51 orang yang dijadikan sampel melalui teknik sampel jenuh. Data diperoleh melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu dan motivasi berpengaruh langsung dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan keterlibatan kerja tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja. Namun, keterlibatan kerja dan karakteristik individu berpengaruh signifikan terhadap kinerja melalui motivasi. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat peran motivasi sebagai mekanisme psikologis yang menjembatani pengaruh faktor individu terhadap kinerja. Secara praktis, temuan ini menjadi dasar bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja melalui penguatan karakteristik individu, peningkatan keterlibatan kerja, serta strategi yang mampu menumbuhkan motivasi karyawan secara berkelanjutan