Latar Belakang: Pernikahan dini masih banyak terjadi di dunia maupun Indonesia. Nusa Tenggara Barat masih menempati posisi tertinggi jika dibandingkan wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Banyak kasus pernikahan dini yang dilaporkan di Lombok Tengah sehingga sampai saat ini Lombok Tengah berada di urutan ke-2. Dusun Sade merupakan salah satu Dusun di Lombok Tengah yang dijadikan sebagai tempat wisata. Adanya budaya merariq kodek sebagai salah satu faktor penyumbang banyaknya kejadian pernikahan dini pada wanita. Terjadinya pernikahan dini dapat disebabkan oleh faktor predisposing, enabling dan reinforcing. Pernikahan dini meningkatkan risiko terhadap kejadian fistula obstetrik, anemia dan eklampsia selain itu gangguan psikologi berupa kejadian depersi, kecemasan dan stres. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi gambaran kasus pernikahan dini, tingkat depresi, kecemasan, stres, dan menganalisis hubungan status pernikahan dini terhadap kejadian depresi, kecemasan dan stres pada wanita di Dusun Sade. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Total sampel adalah 99 wanita Dusun Sade yang dipilih secara simple random sampling. Data diambil dengan kuesioner DASS-42 dan diolah dengan analisis univariat dan bivariat (chi-square). Hasil penelitian melaporkan bahwa sebanyak 59 (59,6%) wanita menikah dini. Hasil statistik menunjukkan bahwa hubungan antara pernikahan dini terhadap kejadian depresi (PR= 1,156; 95% CI = 0,384-3,483; p= 0,796), kecemasan (PR= 0,627; 95% CI = 0,275-1,428; p= 0,265), dan stres (PR= 0,659; 95% CI = 0,264-1,646; p=0,371), secara statistik tidak signifikan. Kesimpulan: yaitu kejadian depresi, kecemasan, dan stres tidak langsung berhubungan dengan pernikahan dini pada wanita di Dusun Sade, Lombok Tengah. Abstract Early marriage still occurs a lot in the world and in Indonesia. West Nusa Tenggara still occupies the highest position when compared to Java, Bali and Nusa Tenggara. Many cases of early marriage have been reported in Central Lombok so that currently Central Lombok is in 2nd place. Sade Hamlet is one of the hamlets in Central Lombok which is used as a tourist spot. The existence of the merariq codec culture is one of the contributing factors to the many incidents of early marriage among women. The occurrence of early marriage can be caused by predisposing, enabling and reinforcing factors. Early marriage increases the risk of obstetric fistula, anemia and eclampsia as well as psychological disorders in the form of depression, anxiety and stress. The aim of this research is to identify the description of cases of early marriage, levels of depression, anxiety, stress, and analyze the relationship between early marriage status and the incidence of depression, anxiety and stress in women in Sade Hamlet. This research is a quantitative research using a cross sectional approach. The total sample was 99 women from Sade Hamlet who were selected using simple random sampling. Data was taken using the DASS-42 questionnaire and processed using univariate and bivariate analysis (chi-square). The research results reported that as many as 59 (59.6%) women married early. Statistical results show that there is a relationship between early marriage and the incidence of depression (PR= 1.156; 95% CI = 0.384-3.483; p= 0.796), anxiety (PR= 0.627; 95% CI = 0.275-1.428; p= 0.265), and stress (PR= 0.659; 95% CI = 0.264-1.646; p=0.371), not statistically significant. The conclusion is that the incidence of depression, anxiety and stress is not directly related to early marriage in women in Sade Hamlet, Central Lombok.