Fortuna S, Dewa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kebijakan Pemerintah Dalam Meningkatkan Kualitas Permukiman Kumuh Di Kelurahan Kassi-Kassi Kecamatan Rappocini Kota Makassar Fortuna S, Dewa; Fatmawati, Fatmawati; Hawing, Hardianto
Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik (KIMAP) Vol. 6 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/8xb9xf05

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas permukiman kumuh di Kelurahan Kassi-Kassi, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Permukiman kumuh di perkotaan menjadi tantangan bagi pemerintah daerah, termasuk di Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebijakan yang telah dirancang dan diimplementasikan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah permukiman kumuh, serta menganalisis dampak kebijakan tersebut terhadap kesejahteraan masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan pihak terkait (pemerintah dan masyarakat), dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah telah berupaya melaksanakan berbagai kebijakan yang mencakup peningkatan akses layanan dasar (seperti air bersih dan sanitasi), bantuan langsung kepada masyarakat, dan program pemberdayaan ekonomi. Namun, efektivitas implementasi kebijakan masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan kualitas hunian, akses terhadap layanan dasar yang belum memadai, distribusi bantuan yang belum merata, serta tantangan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan pemerintah telah memberikan dampak positif tertentu, tetapi masih diperlukan perbaikan dan penguatan implementasi agar dapat memberikan perubahan yang signifikan dan berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di permukiman kumuh.