Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesepadanan dalam penerjemahan lirik lagu Jerman ke dalam bahasa Indonesia berdasarkan teori Eugene A. Nida dan Charles R. Taber (1969), yang membedakan antara kesepadanan formal dan dinamis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dan didasarkan pada enam lirik lagu Jerman, yaitu Für die Liebe (Berge), Halt dich an mir fest und Das kann uns keiner nehmen (Revolverheld), Frische Luft (Wincent Weiss), In deiner kleinen Welt (Philipp Dittberner), serta Keine Maschine (Tim Bendzko). Data diperoleh dari aplikasi Musixmatch dan kemudian dianalisis berdasarkan teori kesepadanan Nida dan Taber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam terjemahan yang diteliti, kesepadanan dinamis mendominasi. Dari total 150 baris lirik yang dianalisis, 81 baris (54%) menunjukkan kesepadanan dinamis, sedangkan 64 baris (43%) menunjukkan kesepadanan formal. Hanya 5 baris (3%) yang tidak dapat secara jelas dikategorikan ke dalam kategori kesepadanan mana pun. Temuan ini menunjukkan bahwa penerjemah lebih berfokus pada mempertahankan makna dan efek emosional dari teks asli saat menerjemahkan lirik lagu ke dalam bahasa Indonesia, sementara bentuk dan strukturnya disesuaikan secara fleksibel dengan ritme, melodi, dan konteks budaya. Kesepadanan formal lebih jarang terjadi dan terutama ditemukan dalam struktur yang stabil secara semantik atau dapat diterjemahkan secara harfiah. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa teori Nida dan Taber sangat cocok untuk menganalisis terjemahan lirik lagu karena mempertimbangkan ketepatan bahasa serta kealamian estetika dan fungsional terjemahan.