Meningkatkan kreativitas anak sejak usia dini menjadi aspek yang penting dalam mendukung perkembangan motorik halus, imajinasi, dan kesiapan belajar mereka. Di tengah meningkatnya penggunaan gadget dan minimnya aktivitas seni di lembaga pendidikan nonformal, diperlukan kegiatan yang dapat menstimulasi kemampuan anak secara langsung. Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Bimbel An-Nur Cipedak, Jakarta Selatan bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan motorik halus pada anak usia 3–7 tahun melalui kegiatan membuat gantungan kunci berbahan pipe cleaner (kawat bulu). Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pendampingan edukatif berbasis praktik langsung melalui tahapan-tahapan: observasi awal, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi. Observasi menunjukkan anak jarang terlibat dalam aktivitas kreatif dan lebih difokuskan pada kegiatan akademik. Pelatihan ini dilakukan dengan memperkenalkan alat dan bahan, memberikan contoh pembuatan gantungan kunci, dan memandu anak dalam proses merangkai hingga menyelesaikan karya. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan antusiasme pada anak, kemampuan koordinasi tangan dan mata, ketelitian, serta kemampuan dalam memodifikasi desain sesuai imajinasi masing-masing anak. Selain stimulasi motorik halus, kegiatan ini juga mampu meningkatkan rasa percaya diri dan interaksi sosial pada anak. Program ini terbukti berjalan kondusif dengan dukungan guru dan partisipasi aktif dari anak-anak. Dengan demikian, kegiatan ini efektif sebagai alternatif pembelajaran kreatif sekaligus dapat dikembangkan sebagai program berkelanjutan di Bimbel An-Nur Jakarta Selatan.