Agustina, Ida
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan Agama Islam Inklusif: Transformasi Kurikulum dalam Merespons Dinamika Masyarakat Global Agustina, Ida; Zaitun, Zaitun; Windayani, Windayani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36762

Abstract

Transformasi global telah membawa masyarakat dunia ke dalam pusaran keberagaman yang kompleks sekaligus memicu tantangan eksklusif keagamaan yang dapat mengancam harmoni sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji paradigma pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bersifat inklusif sebagai upaya merespons dinamika masyarakat global yang semakin plural. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis dokumen kurikulum, literatur pendidikan, dan fenomena sosial keagamaan yang kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI konvensional yang cenderung berfokus pada aspek konvesiponal kognitif perlu direkonstruksi menuju paradigma inklusif humanis. Transformasi ini mencakup tiga aspek utama: pertama, reorientasi materi yang mengedepankan nilai-nilai wasathiyah (moderasi) dan kemanusiaan universal; kedua, penerapan metodologi pembelajaran berbasis dialog dan berpikir kritis untuk menumbuhkan empati lintas budaya; dan ketiga, penguatan peran guru sebagai pendidik menjadi fasilitator moderasi beragama. PAI inklusif tidak berarti memundurkan aqidah, melainkan memperkuat pemahaman bahwa nilai-nilai Islam sejalan dengan prinsip koeksistensi damai, hak asasi manusia, dan keadilan sosial di kancah global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi kurikulum PAI yang inklusif merupakan strategi preventif sekaligus solutif dalam membekali siswa agar luwes berinteraksi sosial secara aktif dan toleran di tengah keragaman global tanpa kehilangan identitas keIslamannya.