Kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi penting yang perlu dikuasai oleh mahasiswa matematika agar mampu menghadapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Asahan dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan nilai ekspektasi gabungan diskrit dan ekspektasi bersyarat diskrit. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa dua butir soal, yaitu satu soal bersifat rutin dan satu soal bersifat nonrutin. Subjek penelitian melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Asahan yang mengambil mata kuliah Statistika Matematika pada semester V kelas A tahun akademik 2025/2026 dengan jumlah peserta sebanyak 18 mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada penyelesaian soal rutin terdapat 8 mahasiswa (44,44%) yang mampu memperoleh jawaban benar secara lengkap, sedangkan 10 mahasiswa (55,55%) belum mampu menyelesaikan soal dengan sempurna. Adapun pada soal nonrutin, hanya 1 mahasiswa (5,55%) yang dapat menjawab dengan benar, sementara 17 mahasiswa lainnya (94,44%) tidak berhasil menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah pada materi nilai ekspektasi gabungan diskrit dan ekspektasi bersyarat diskrit masih tergolong rendah untuk soal rutin dan sangat rendah untuk soal nonrutin. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan konsep dan pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah dipelajari melalui proses pembelajaran masih belum optimal.