Muthia Dewi
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELATIHAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI BAHASA INGGRIS BAGI IBU BHAYANGKARI DI POLSEK PORSEA Cecep Maulana; Muthia Dewi; Norenta Sitohang
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 3, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.553 KB) | DOI: 10.33330/jurdimas.v3i1.394

Abstract

 Abstract: this is talking about community service activities in the form of English conversations at Porsea Polsek especially for Ibu Bhayangkari to improve English communication that applies the use of Cooperative Learning method which makes it easy for participants to communicate. This is very influential of this method especially for learning activity and included English conversations about tourism objects, besides that, it is related about the dominant tourist destinations in Porsea and provide adequate knowledge to improve human resources in English. The training used is a form of training in the form of socialization using the Cooperative Learning method which aims to increase activity in developing oral communication skills. Keywords:Developing English communication, Cooperative Learning method, Porsea Polsek  Abstrak:kegiatan  ini merupakan kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa percakapan Bahasa Inggris di Polsek Porsea khusunya bagi ibu Bhayangkari untuk meningkatkan komunikasi bahasa inggris yang menerapkan penggunaan Cooperative Learning yang memudahkan bagi peserta dalam berkomunikasi. Hal ini sangat berpengaruh penerapan metode ini  khusunya untuk kegiatan pembelajaran dan peningkatan percakapan bahasa inggris tentang objek wisata,  hal ini didukung dengan adanya tujuan wisata yang dominan di porsea dan memberikan pengetahuan yang layak untuk meningkatkan sumber daya manusia   dalam bahasa inggris. pelatihan yang digunakan adalah bentuk pelatihan dalam bentuk sosialisasi dengan menggunakan metode Cooperative Learning yang bertujuan meningkatkan aktivitas dalam mengembangkan keterampilan berkomunikasi secara lisan.  Kata kunci:Pengembangan Komunikasi Bahasa Inggris, Metode Cooperative Learning, Polsek Porsea 
MEMBANGUN DATABASE MENGGUNAKAN MICROSOFT ACCESS 2007 Dewi Anggraeni; Safrian Aswati; Sri Rezeki Maulina Azmi; Akmal Akmal; Muthia Dewi; Khairil Anwar
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 1, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.746 KB) | DOI: 10.33330/jurdimas.v1i1.381

Abstract

Abstract:  Community Service is done in the year 2017 period 2 at SMP Swasta Taman Siswa Kisaran, with the theme "Building Database Using Microsoft Access 2007". Given the very rapid technological developments, the knowledge of the database and how to build it is appropriate for teachers to know and able to make it, especially in SMP Swasta Taman Siswa Kisaran. This activity aims, in addition to the interest of lecturers with the affairs of Tri Dharma Perguruan Tinggi, but also equip teachers and students about the knowledge and techniques of building the database. Software used is Microsoft Access 2007. Benefits that can be taken after this activity is done, apart from the needs of lecturers to get functional positions, for teachers and students of course can build database related to their work, for example database for teacher data and student data in the school. This activity is only limited to the knowledge of the database and how / step / manufacturing techniques only. For the design of the application as a bridge of input, process, and output data, it is necessary to do further service in the future. Keywords : Database, Microsoft Access 2007, SMP Swasta Taman Siswa  Abstrak:  Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan di tahun 2017 periode ke 2 di SMP Swasta Taman Siswa Kisaran, dengan tema “Membangun Database Menggunakan Microsoft Access 2007”. Mengingat perkembangan teknologi begitu sangat cepat, maka pengetahuan tentang database dan bagaimana cara membangunnya sudah sewajarnya guru-guru mengetahuinya dan mampu membuatnya, khususnya di SMP Swasta Taman Siswa Kisaran. Kegiatan ini bertujuan, selain kepentingan dosen dengan urusan Tri Dharma Perguruan Tinggi, namun juga membekali guru-guru dan siswa tentang pengetahuan dan teknik membangun database. Software yang digunakan adalah Microsoft Access 2007.  Manfaat yang dapat diambil setelah kegiatan ini dilakukan adalah, selain dari kebutuhan dosen untuk mendapat jabatan fungsional, untuk guru dan siswa tentunya dapat membangun database yang berhubungan dengan pekerjaan mereka, contohnya database untuk data guru dan  data siswa di sekolah tersebut. Kegiatan ini hanya sebatas pengetahuan tentang database dan bagaimana cara/langkah/teknik pembuatannya saja. Untuk rancangan aplikasi sebagai jembatan input, proses, dan output data, maka perlu dilakukan pengabdian selanjutnya dikemudian hari. Kata kunci : Database, Microsoft Access 2007, SMP Swasta Taman Siswa
PELATIHAN PENGGUNAAN EJAAN YANG DISEMPURNAKAN DAN KALIMAT EFEKTIF PADA PENULISAN SURAT RESMI BAGI KURSUS BINTANG MULIA BATU BARA DESA PEMATANG RAMBAI KECAMATAN NIBUNG HANGUS KABUPATEN BATU BARA Sri Rezki Maulina Azmi; Muthia Dewi; Akmal Akmal
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 2, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.689 KB) | DOI: 10.33330/jurdimas.v2i1.326

Abstract

Abstrack: Indonesian for the Indonesian nation is the language of unity. Indonesian is also a communication tool for all Indonesian people. Therefore, Indonesian language learning is devoted to improving the ability of students to communicate using Indonesian language properly and correctly verbally or in writing. The community service activity entitled "Training on the Use of Enhanced Spelling and Effective Sentences on Writing Official Letters for the Bintang Mulia Coal Course in Pematang Rambai Village, Nibung Hangus District, Batu Bara District" aims to train students in the Guidance for Bintang Mulia Coal Village Pematang Rambai properly and correctly. The method used in this conventional activity is material exposure, discussion, and practice. The speaker conducts explanations about the use of improved spellings and arguments effectively in writing official letters. Keywords: Use of Enhanced Spelling and effective sentences on official letter writing  Abstrak: Bahasa Indonesia bagi bangsa Indonesia adalah bahasa persatuan. Bahasa Indonesia juga sebagai alat komunikasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia dikhususkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik agar berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar secara lisan maupun tulis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diberi judul “Pelatihan Penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan Dan Kalimat Efektif Pada Penulisan Surat Resmi Bagi Kursus Bintang Mulia Batu Bara Desa Pematang Rambai Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batu Bara” bertujuan untuk melatih peserta didik yang ada padabimbingan kursus Bintang Mulia Batu Bara Desa Pematang Rambai dengan baik dan benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini konvensional yaitu paparan materi, diskusi, dan latihan. Pemateri melakukan penjelasan-penjelasan tentang penggunaan ejaan yang disempurnakan dan dalimat efektifpada penulisan surat resmi. Kata kunci: Penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan dan kalimat efektif pada Penulisan surat resmi
Analisis Kesulitan Pemecahan Masalah Pada Distribusi Bernaoulli, Binomial, Dan Trinomial Pada Mahasiswa Pendidikan Matematika Juwita; Maisahara Dalimunthe; Nurlia Ningsih; Muthia Dewi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pendidikan matematika pada materi distribusi Bernoulli, Binomial, dan Trinomial. Sampel penelitian terdiri dari 19 mahasiswa yang dikategorikan berdasarkan tingkat kemampuan, yaitu tinggi (4 orang), sedang (5 orang), dan rendah (10 orang). Pengumpulan data dilakukan melalui soal kontekstual yang menuntut mahasiswa untuk memahami konsep probabilitas, menyusun model matematika, serta menerapkan strategi pemecahan masalah secara sistematis. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan kemampuan antar kelompok; mahasiswa berkemampuan tinggi mampu memahami konsep dengan baik, menyusun model matematika secara tepat, dan menerapkan strategi pemecahan masalah yang logis sehingga menghasilkan jawaban yang akurat, mahasiswa berkemampuan sedang memiliki pemahaman konsep yang cukup tetapi masih sering melakukan kesalahan pada perhitungan kompleks dan kurang teliti dalam langkah-langkah penyelesaian, sedangkan mahasiswa berkemampuan rendah mengalami kesulitan signifikan dalam memahami konsep, menyusun model, dan menerapkan strategi pemecahan masalah, sehingga kesalahan yang muncul lebih sering dan memengaruhi jawaban akhir. Penelitian ini menegaskan bahwa penguasaan konsep probabilitas menjadi dasar utama dalam kemampuan pemecahan masalah dan menunjukkan pentingnya strategi pembelajaran diferensiasi, latihan bertahap, serta penggunaan soal kontekstual untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa di semua tingkat kemampuan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan metode pembelajaran matematika yang lebih efektif, khususnya dalam materi distribusi peluang.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Pada Materi Distribusi Marginal Terhadap Mahasiswa Pendidikan Matematika Luri Nursucita; Nita Kurnia Sari; Resi Azzahra Natasya Asmadita; Muthia Dewi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.865

Abstract

Mahasiswa yang menekuni bidang pendidikan matematika harus menguasai pemahaman konseptual, terutama dalam materi statistik seperti distribusi marginal. Tujuan dari kajian ini adalah menilai, dengan menggunakan indikator pemahaman konseptual, kompetensi pemahaman konseptual matematika mahasiswa pendidikan matematika sehubungan dengan konten distribusi marginal. Kajian ini menerapkan desain penelitian deskriptif serta metodologi kualitatif. mahasiswa yang telah menamatkan mata kuliah Statistika dalam Program Studi Pendidikan Matematika dijadikan subjek kajian. Ujian tertulis berupa pertanyaan esai yang disusun berdasarkan indikator pemahaman konseptual—seperti kemampuan untuk menyatakan ulang konsep, mengelompokkan unsur distribusi marginal, memberikan contoh dan bukan contoh, menyampaikan konsep dalam berbagai bentuk representasi, menerapkan prosedur penurunan distribusi marginal, serta mengimplementasikan dan menginterpretasikan konsep dalam penyelesaian masalah—digunakan untuk menghimpun data. Berdasarkan hasil, mahasiswa, atau 10% dari keseluruhan, termasuk dalam kategori pemahaman konseptual tinggi, mahasiswa, atau 50%, termasuk dalam kategori menengah, dan mahasiswa atau 40%, termasuk dalam kategori rendah. Sementara mahasiswa dalam kategori menengah telah menguasai prosesnya namun pemahaman mereka masih belum utuh, mahasiswa dalam kategori rendah cenderung mengalami kesulitan dengan makna kontekstual distribusi marginal. Mahasiswa dalam kelompok teratas memiliki pemahaman konseptual yang komprehensif dan konsisten. Secara keseluruhan, pemahaman konseptual mahasiswa terhadap isi distribusi marginal berada pada tingkat sedang.
Analisis Kesulitan Konseptual Mahasiswa Dalam Memahami Materi Perhitungan Peluang Sakila Azria Fitri; Nanda Aryanti Nastution; Mufthi Annisa Khairani; Muthia Dewi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan konseptual mahasiswa dalam memahami materi perhitungan peluang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 19 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes diagnostik berbentuk soal esai yang disusun berdasarkan indikator kesulitan konseptual, serta wawancara untuk memperkuat temuan penelitian. Indikator kesulitan konseptual yang dianalisis meliputi pemahaman konsep dasar peluang, penentuan ruang sampel dan kejadian, penerapan prinsip perhitungan peluang, penggunaan aturan penjumlahan dan perkalian peluang, pemahaman permutasi dan kombinasi, kemampuan representasi masalah peluang, serta penarikan kesimpulan dan interpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa masih mengalami berbagai kesulitan konseptual, terutama pada pemahaman konsep dasar peluang, penentuan ruang sampel, representasi masalah peluang, serta interpretasi hasil perhitungan. Sebagian besar mahasiswa cenderung menggunakan rumus secara prosedural tanpa pemahaman konsep yang mendalam. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang lebih menekankan pada penguatan pemahaman konsep peluang.
Analisis Pemahaman Mahasiswa Matematika Terhadap Materi Distribusi Satu Peubah Acak Nazwa Alyanda Putri; Ayu Lestari; Annisa Jalwa Br Panjaitan; Muthia Dewi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pemahaman mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika mengenai materi Distribusi Satu Peubah Acak. Kajian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan melibatkan 12 mahasiswa yang telah menyelesaikan mata kuliah Statistika Matematika sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilaksanakan melalui tes tertulis yang berorientasi pada indikator pemahaman konsep matematis, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi. Evaluasi pemahaman mahasiswa dilakukan berdasarkan lima indikator utama, yakni kemampuan untuk mendefinisikan konsep, merepresentasikan distribusi, menghubungkan berbagai bentuk representasi, menerapkan sifat-sifat distribusi, dan menafsirkan hasil perhitungan probabilitas. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa 33,3% mahasiswa tergolong dalam kategori pemahaman tinggi, 41,7% dalam kategori sedang, dan 25% dalam kategori rendah. Tantangan utama yang dihadapi mahasiswa terpusat pada kemampuan menghubungkan representasi distribusi serta menafsirkan makna nilai harapan dalam kerangka probabilistik. Hasil ini menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap distribusi satu peubah acak masih didominasi oleh aspek prosedural dan belum sepenuhnya mencapai tingkat pemahaman konseptual yang mendalam. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemanfaatan multi-representasi, diskusi mengenai miskonsepsi, serta penguatan interpretasi statistik guna meningkatkan kualitas pemahaman mahasiswa.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa Pada Materi Permutasi Dan Kombinasi Nur Winda Dewi; Aidilla Fitria Sari Siregar; Muthia Dewi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa pada materi permutasi dan kombinasi. Subjek penelitian berjumlah 15 mahasiswa tahun kedua Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Asahan. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tiga soal uraian yang menguji pemahaman konsep permutasi dan kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,67% mahasiswa berada pada kategori kemampuan pemecahan masalah tinggi, 33,33% pada kategori sedang, dan 20% pada kategori rendah. Mahasiswa dengan kemampuan tinggi mampu memenuhi seluruh indikator pemecahan masalah yang ditetapkan. Mahasiswa pada kategori sedang telah memahami konsep dasar, namun masih mengalami kesulitan pada tahap keterampilan proses dan transformasi langkah penyelesaian akibat kurangnya ketelitian. Sementara itu, mahasiswa dengan kemampuan rendah mengalami kesulitan dalam menginterpretasikan bahasa soal ke dalam model matematika serta menunjukkan miskonsepsi dalam membedakan penggunaan prinsip permutasi dan kombinasi. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan pemecahan masalah berperan penting dalam membantu mahasiswa memahami permasalahan dan menyelesaikan soal matematika secara efektif.
Analisis Pemahaman Konep Matematis Mahasiswa Pada Materi Varians Diskrit Suci Ramayanti; Ananda Revalina; Cindy Syaharani; Muthia Dewi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.999

Abstract

Studi ini dimaksudkan untuk meneliti pemahaman konsep matematis mahasiswa pada topik varians diskrit. Penelitian menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan objek penelitian sebanyak 15 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika. Alat penelitian berupa tes tertulis yang terdiri dari dua soal, yakni soal non-kontekstual dan soal cerita. Soal pertama digunakan untuk menilai tiga indikator pemahaman konsep matematis, yaitu kemampuan menentukan nilai harapan, menghitung varians, dan menginterpretasikan makna varians, sedangkan soal kedua digunakan untuk menilai kemampuan menentukan nilai harapan dan menginterpretasikan makna varians. Data dianalisis melalui langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematis mahasiswa pada materi varians diskrit masih tergolong rendah. Mahasiswa umumnya mampu melakukan perhitungan nilai harapan dan varians secara prosedural, tetapi belum mampu menginterpretasikan varians sebagai ukuran penyebaran data terhadap nilai harapan. Indikator kemampuan menginterpretasikan makna varians merupakan indikator dengan tingkat pencapaian terendah. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya pembelajaran statistika yang menekankan pemahaman konsep dan kemampuan interpretasi untuk meningkatkan kualitas pemahaman matematis mahasiswa.
Kemampuan Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Masalah Nilai Ekspektasi Gabungan Diskrit Dan Ekspektasi Bersyarat Diskrit Di Era Modern Fiqih Andrian Nasution; Khairun Nisa; Evita Tri Handayani; Muthia Dewi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.1000

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi penting yang perlu dikuasai oleh mahasiswa matematika agar mampu menghadapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Asahan dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan nilai ekspektasi gabungan diskrit dan ekspektasi bersyarat diskrit. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa dua butir soal, yaitu satu soal bersifat rutin dan satu soal bersifat nonrutin. Subjek penelitian melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Asahan yang mengambil mata kuliah Statistika Matematika pada semester V kelas A tahun akademik 2025/2026 dengan jumlah peserta sebanyak 18 mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada penyelesaian soal rutin terdapat 8 mahasiswa (44,44%) yang mampu memperoleh jawaban benar secara lengkap, sedangkan 10 mahasiswa (55,55%) belum mampu menyelesaikan soal dengan sempurna. Adapun pada soal nonrutin, hanya 1 mahasiswa (5,55%) yang dapat menjawab dengan benar, sementara 17 mahasiswa lainnya (94,44%) tidak berhasil menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah pada materi nilai ekspektasi gabungan diskrit dan ekspektasi bersyarat diskrit masih tergolong rendah untuk soal rutin dan sangat rendah untuk soal nonrutin. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan konsep dan pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah dipelajari melalui proses pembelajaran masih belum optimal.