Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POLITICAL ECONOMY OF CROSS-BORDER TRADE BETWEEN INDONESIA AND MALAYSIA: LOCAL PRODUCT OPPORTUNITIES AND CHALLENGES IN WEST KALIMANTAN Darmastuti, Shanti; Nidatya, Nurfarah; Saraswati, Dini Putri; Rahmalia, Alfiyah Nur; Radjasa, Andhika Fathir
JWP (Jurnal Wacana Politik) Vol 11, No 1 (2026): JWP (Jurnal Wacana Politik) January
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jwp.v11i1.67313

Abstract

As a key element of the political economy, cross-border trade makes a substantial contribution to community welfare while also supporting national economic growth. West Kalimantan, which borders Sarawak, Malaysia, serves as a strategic economic corridor in Indonesia, facilitating the movement of people and goods through the National Border Post. Although local products are the main commodities traded at this border, issues of product competitiveness, market stability, and border security pose major challenges to trade. Within the framework of cross-border political economy, this study examines both the opportunities and challenges in trading local products. It emphasizes how government initiatives, institutional coordination, and security management shape sustainable trade. Data was collected using a qualitative approach through in-depth interviews with institutional representatives, the Indonesian Consulate General in Kuching, central and local government officials, and document analysis. Triangulation of methods and sources was used to ensure data validity. The study shows that good political coordination, institutional synergy, and border stability are essential to improving the competitiveness of local products in cross-border trade.
Analisis Daya Tarik FDI pada Sektor Geothermal Indonesia melalui Paradigma OLI: Studi Referensi Kenya Radjasa, Andhika Fathir; Purwasantiana, Sabrina; Dazkwan, Muhammad Alif Fathulriyadhi Al; Ayu, Kharissa Firza Rahma; Widyanto, Rheine Annasya Rania
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 7, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2026.30353

Abstract

Penelitian ini berangkat dari persoalan bahwa meskipun Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia, realisasi pemanfaatannya masih jauh dari optimal karena hambatan regulasi, risiko eksplorasi yang tinggi, serta lemahnya daya tarik investasi dibandingkan negara lain seperti Kenya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi masuknya Foreign Direct Investment (FDI) di sektor panas bumi Indonesia melalui analisis paradigma OLI, sekaligus menelaah bagaimana praktik sukses Kenya dapat menjadi acuan bagi reformasi kebijakan nasional. Menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif berbasis studi pustaka, data diperoleh dari laporan lembaga internasional, kebijakan pemerintah, literatur akademik, dan studi kasus pengembangan geothermal di Kenya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan lokasi yang kuat, namun belum mampu menciptakan struktur kelembagaan dan insentif investasi yang memadai, sehingga investor asing menghadapi biaya transaksi yang tinggi dan ketidakpastian proyek. Sebaliknya Kenya berhasil menurunkan risiko melalui pemisahan eksplorasi-produksi, skema PPP, serta regulasi yang stabil sehingga menarik investor seperti Ormat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa percepatan pengembangan geothermal Indonesia membutuhkan reformasi regulasi, penyederhanaan perizinan, dan skema mitigasi risiko yang lebih efektif agar FDI dapat masuk secara berkelanjutan.
MODERNISASI ALUTSISTA TNI ANGKATAN LAUT PERIODE 2020-2029 SEBAGAI REALISASI KONSEP SEA POWER Levy, Arie Petra; Radjasa, Andhika Fathir; Nugraha, Muhammad Arief Prawira
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 16, No 1 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v16i1.20222

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana modernisasi alutsista Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) periode 2020–2029 sebagai instrumen strategis dalam realisasi Sea Power, deterrence by denial, dan naval diplomacy Indonesia. Metode penelitian kualitatif sekuensial digunakan dengan mengintegrasikan analisis bibliometrik melalui perangkat VOSviewer untuk memetakan tren akademik serta analisis dokumen kualitatif terhadap laporan resmi, dokumen kebijakan, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Minimum Essential Force (MEF) dan Optimum Essential Force (OEF) menjadi kerangka fundamental dalam transformasi postur TNI AL. Kombinasi antara pemenuhan kebutuhan minimum pada fase MEF dengan penekanan pada kualitas, combat readiness, dan optimalisasi aset pada fase OEF yang mencakup pengadaan fregat Brawijaya class, Balaputeradewa class, serta kapal selam telah memproyeksikan peningkatan kapabilitas TNI AL dari green water navy menuju blue water navy. Modernisasi ini secara signifikan meningkatkan kemampuan deterrence by denial melalui penguatan sistem sensor, radar, dan proyeksi daya tembak. Selain itu, peningkatan aset strategis ini memperluas ruang lingkup naval diplomacy Indonesia melalui latihan multilateral dan port visit. Implikasinya, realisasi Sea Power melalui modernisasi alutsista tidak hanya memperkuat pertahanan nasional tetapi juga memperkokoh pengaruh dan posisi tawar Indonesia dalam stabilitas keamanan kawasan Indo-Pasifik.