ABSTRAK Globalisasi dan digitalisasi perdagangan menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memiliki literasi ekonomi internasional serta keterampilan digital agar mampu bersaing di pasar global. Namun, hasil analisis situasi awal menunjukkan bahwa pelaku UMKM mitra masih memiliki pemahaman yang rendah terkait konsep ekonomi internasional, mekanisme perdagangan global, serta kemampuan memanfaatkan platform digital lintas negara, sehingga peluang ekspor dan pemasaran internasional belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi ekonomi internasional dan keterampilan digital pelaku UMKM melalui pendekatan pelatihan edukatif dan pendampingan berbasis kebutuhan mitra. Mitra sasaran kegiatan adalah 20 pelaku UMKM binaan Universitas Nurul Huda yang bergerak di sektor kuliner, kerajinan, dan perdagangan daring. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi program, workshop literasi ekonomi internasional, pelatihan pemasaran digital, praktikum penggunaan platform e-commerce global, serta pendampingan dalam penguatan profil digital usaha. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik digital peserta, serta monitoring pascapelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 40,3%, dengan skor rata-rata meningkat dari 62,4 menjadi 87,6, serta sebanyak 80% peserta telah mampu membuat dan mengelola profil digital usaha secara mandiri. Dengan demikian, program pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan soft skill literasi ekonomi internasional dan hard skill digitalisasi UMKM dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perdagangan digital.Kata kunci: Literasi Ekonomi Internasional;UMKM, Digitalisasi Perdagangan; Pendampingan; Ekspor. ABSTRACTGlobalization and digitization of trade require Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to have international economic literacy and digital skills in order to compete in the global market. However, the results of the initial situation analysis show that MSME partners still have a low understanding of international economic concepts, global trade mechanisms, and the ability to utilize cross-border digital platforms, so that export and international marketing opportunities have not been optimally utilized. This community service activity aims to improve the international economic literacy and digital skills of MSME players through an educational training approach and needs-based mentoring. The target partners of this activity are 20 MSME players under the guidance of Nurul Huda University who are engaged in the culinary, handicraft, and online trading sectors. The methods used in this activity included program socialization, international economic literacy workshops, digital marketing training, practical training on the use of global e-commerce platforms, and mentoring in strengthening business digital profiles. The activity was evaluated through pre-tests and post-tests, observation of participants' digital practices, and post-training monitoring. The results of the activity showed a 40.3% increase in participants' knowledge, with the average score increasing from 62.4 to 87.6, and 80% of participants were able to create and manage their business digital profiles independently. This service program has proven to be effective in improving soft skills in international economic literacy and hard skills in MSME digitalization in facing the challenges of globalization and digital trade.Keywords: International Economic Literacy; MSMES; Trade Digitalization; Mentoring; Exports.