Zaky, Fikri Naufal
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKTIVITAS WASHING PLANT DI PT. BUMI KHATULISTIWA BAUKSIT, KEC. MELIAU, KAB. SANGGAU, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Hanis, Redha Nagara; Iqbal, Muhammad Fadil; Zaky, Fikri Naufal
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i4.104645

Abstract

Jurnal ini membahas pengolahan bijih bauksit di PT. Bumi Khatulistiwa Bauksit melalui washing plant yang berfungsi membersihkan bijih dari pengotor seperti tanah liat, pasir, dan oksida besi guna meningkatkan kadar alumina (Al2O3). Proses utama meliputi ore feeding, pencucian dengan water jet, pemisahan menggunakan trommol grizzly (lubang saringan 15 cm) dan trommol primer, penirisan menggunakan alat berat, hingga loading dan hauling ke stockyard. Washed Bauxite (WBx) yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik untuk tahap berikutnya. Komponen utama washing plant terdiri dari hopper, water jet monitors, trommol screens, belt conveyor, pompa air, dan kolam pengendapan. Kolam pengendapan berfungsi menampung air limbah pencucian yang mengandung Total Suspended Solids (TSS) melebihi baku mutu air lingkungan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 34 Tahun 2009. Dalam jurnal juga dilakukan perhitungan curah hujan rencana menggunakan metode Distribusi Gumbel dengan data 10 tahun (2013-2022), menghasilkan curah hujan harian maksimum sebesar 169,26 mm/hari dengan standar deviasi 30,69 mm/hari. Intensitas curah hujan dihitung dengan metode Mononobe untuk lima kolam dengan hasil intensitas berkisar antara 4,12 hingga 16,31 mm/jam, dan waktu konsentrasi dari 6,82 jam hingga 53,71 jam. Debit air limpasan dihitung menggunakan persamaan rasional yang menggabungkan koefisien limpasan, intensitas hujan, dan luas daerah tangkapan (catchment area). Debit air tanah juga diukur untuk kolam pengendapan. Debit total yang ditampung di masing-masing kolam bervariasi, misalnya Kolam 1 sekitar 19.821,36 m³/hari dan Kolam 2 sekitar 7.044,62 m³/hari. Sistem pengelolaan air ini penting untuk menjaga kualitas air limbah yang dibuang agar sesuai dengan standar lingkungan dan mencegah pendangkalan sungai akibat sedimentasi.