Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Frekuensi Hemodialisis dengan Tingkat Stres Pasien: The Relationship Between Hemodialysis Frequency and Patient Stress Levels Herdani, Ezra; Nurwinda Sari, Nova; Anita, Fitri
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.206

Abstract

Pendahuluan: Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal yang wajib dijalani pasien Chronic Kidney Disease (CKD) stadium akhir. Terapi ini dilakukan secara rutin dua hingga tiga kali per minggu dengan durasi 4–5 jam setiap sesi yang seringkali menimbulkan dampak psikologis seperti stres. Stres pada pasien CKD dapat mengurangi kualitas hidup dan meningkatkan risiko komplikasi lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi hemodialisis dengan tingkat stres pada pasien CKD di Rumah Sakit Imanuel Way Halim Bandar Lampung tahun 2025. Metode: Penelitian dilakukan secara kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 66 pasien dengan sampel 56 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hemodialysis Stress Scale (HSS), dan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara frekuensi hemodialisis dengan tingkat stres pada pasien CKD (p-value = 0,001; p < 0,05). Kesimpulan: Semakin sering pasien menjalani hemodialisis, semakin tinggi risiko mengalami stres. Rekomendasi: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi dini stres serta memberikan intervensi psikososial agar kualitas hidup pasien CKD dapat meningkat.