Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Dyspnea dan Tekanan Darah Pasien Congestive Heart Failure di Instalasi Gawat Darurat : Characteristics of Dyspnea and Blood Pressure of Congestive Heart Failure Patients in Emergency Departments Akbar, Roby Rahmadi; Nana Rochana; Prystia Riana Putri
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.276

Abstract

Latar Belakang: Dispnea dan gangguan hemodinamik merupakan gejala klinik yang umum terjadi pasien CHF. Karakteristik dyspnea dan ganggaun hemodinamik menjadi rujukan dalam menilai kondisi pasien dan menentukan terapi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan karakteristik dyspnea dan tekanan darah pasien CHF di unit gawat darurat. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 82 pasien CHF di IGD dua rumah sakit provinsi Jawa Tengah pada periode Januari–Februari 2020. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Derajat dyspnea diukur menggunakan Modified Borg Scale, sedangkan tekanan darah diukur dengan spigmomanometer. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Penelitian ini adalah Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (61%). Berdasarkan klasifikasi NYHA, sebagian besar pasien berada pada kelas III (40,2%) dan IV (45,1%). Derajat dispnea didominasi kategori sedang (69,5%) dan berat (19,5%). Tekanan darah sistolik terbanyak berada pada hipertensi stage II (52,4%) dan krisis hipertensi (23,2%), sedangkan tekanan darah diastolik didominasi hipertensi stage II (54,9%). Kesimpulannya sebagian besar pasien CHF yang datang ke IGD mengalami dyspnea sedang hingga berat disertai hipertensi derajat lanjut. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya pengkajian cepat terhadap dyspnea dan status hemodinamik sebagai dasar intervensi keperawatan yang tepat untuk mencegah perburukan kondisi klinis pasien CHF.