Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MUSIK SUARA ALAM TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN KRITIS Kurnia Wijayanti; Andrew Johan; Nana Rochana
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur menjadi salah satu masalah yang sangat dirasakan oleh pasien kritis selama dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU). Pemberian terapi komplementer seperti terapi musik suara alam pada dapat memberikan manfaat yaitu meningkatkan relaksasi, memperbaiki kondisi fisik, psikis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian musik suara alam terhadap peningkatan kualitas tidur pasien kritis di ICU. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment non equivalent dengan pre-post test control group design. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan randomized allocation. Total responden berjumlah 38 orang. Musik suara alam yang digunakan adalah suara burung dengan kombinasi yang diberikan 2x30 menit. Alat ukur kualitas tidur menggunakan Richard Champbell Sleep Questionnare (RCSQ). Analisa data menggunakan uji normalitas dengan Shapiro Wilk, uji Wilcoxon, dan Mann Whitney. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada kualitas tidur antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian musik suara alam dapat meningkatkan kualitas tidur pada pasien kritis.
Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap Penyembuhan Luka dan Peningkatan Aktivitas Pasien Postoperasi Laparatomi Yuliana Yuliana; Andrew Johan; Nana Rochana
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 10 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v10i1.355

Abstract

Laparatomy is surgery of the abdomen to open the lining of the abdomen. The treatment reduces complications due to surgery, accelerates healing and restores the patient's function to the maximum extent possible before surgery. Returns physical function immediately after surgery with early mobilization. The purpose of this study was to look at the effect of early mobilization on wound healing and increased patient activity postoperatively in laparotomy. This type of research is quantitative with quasy eksperiment with control gruop designs. The number of samples was 88 Laparatomi patients, taken using purposive sampling technique. Tool of data using observation sheets. Data were analyzed using chi-square test and Wilcoxon test. The results of the study stated that there were significant differences between the control group and the intervention group on wound healing (p= 0.047) and on increased activity (p= 0.005). The results of the study it can be concluded that there is an influence of early mobilization on wound healing and increased patient activity. The results of this study recommend early mobilization using progressive mobility procedures in accordance with client activity intolerance
MUSIK SUARA ALAM TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN KRITIS Kurnia Wijayanti; Andrew Johan; Nana Rochana
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur menjadi salah satu masalah yang sangat dirasakan oleh pasien kritis selama dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU). Pemberian terapi komplementer seperti terapi musik suara alam pada dapat memberikan manfaat yaitu meningkatkan relaksasi, memperbaiki kondisi fisik, psikis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian musik suara alam terhadap peningkatan kualitas tidur pasien kritis di ICU. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment non equivalent dengan pre-post test control group design. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan randomized allocation. Total responden berjumlah 38 orang. Musik suara alam yang digunakan adalah suara burung dengan kombinasi yang diberikan 2x30 menit. Alat ukur kualitas tidur menggunakan Richard Champbell Sleep Questionnare (RCSQ). Analisa data menggunakan uji normalitas dengan Shapiro Wilk, uji Wilcoxon, dan Mann Whitney. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada kualitas tidur antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian musik suara alam dapat meningkatkan kualitas tidur pada pasien kritis.
TRIAS KLASIK SEBAGAI SISTEM TRIASE MENINGKATKAN MANAJEMEN RESPONS TIME PASIEN DI DEPARTEMEN DARURAT Deni Irawan; Ahmad Zulfa Juniarto; Nana Rochana
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v6i1.446

Abstract

Tingginya jumlah kunjungan Departemen Darurat menuntut sistem triase yang efektif. Sistem triase Indonesia belum distandarisasi yang mengarah pada waktu respons yang buruk dari manajemen pasien. Oleh karena itu, trias klasik diusulkan untuk digunakan sebagai sistem triase untuk meningkatkan waktu respons. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan trias clasic sebagai sistem triase terhadap waktu respons manajemen pasien di Departemen Darurat. Deskripsi studi korelasi ini digunakan untuk 105 responden. Responden direkrut menggunakan teknik sampling insidental. Waktu respons diukur menggunakan stopwatch dari triase pasien ke penilaian awal oleh dokter atau perawat. Data dianalisis menggunakan product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu respons sistem triase klasik yaitu 3,62 + 1,00 menit. Hasil penelitian menunjukkan nilai 0,09 yang berarti bahwa ada hubungan antara triase klasik dan waktu respons manajer pasien di unit gawat darurat. Oleh karena itu, direkomendasikan kepada Departemen Darurat di Indonesia untuk menggunakan trias clasic sebagai sistem triase untuk perawatan pasien terbaik tetapi perlu disesuaikan dengan triase rumah sakit.
Karakteristik Dyspnea dan Tekanan Darah Pasien Congestive Heart Failure di Instalasi Gawat Darurat : Characteristics of Dyspnea and Blood Pressure of Congestive Heart Failure Patients in Emergency Departments Akbar, Roby Rahmadi; Nana Rochana; Prystia Riana Putri
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.276

Abstract

Latar Belakang: Dispnea dan gangguan hemodinamik merupakan gejala klinik yang umum terjadi pasien CHF. Karakteristik dyspnea dan ganggaun hemodinamik menjadi rujukan dalam menilai kondisi pasien dan menentukan terapi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan karakteristik dyspnea dan tekanan darah pasien CHF di unit gawat darurat. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 82 pasien CHF di IGD dua rumah sakit provinsi Jawa Tengah pada periode Januari–Februari 2020. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Derajat dyspnea diukur menggunakan Modified Borg Scale, sedangkan tekanan darah diukur dengan spigmomanometer. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Penelitian ini adalah Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (61%). Berdasarkan klasifikasi NYHA, sebagian besar pasien berada pada kelas III (40,2%) dan IV (45,1%). Derajat dispnea didominasi kategori sedang (69,5%) dan berat (19,5%). Tekanan darah sistolik terbanyak berada pada hipertensi stage II (52,4%) dan krisis hipertensi (23,2%), sedangkan tekanan darah diastolik didominasi hipertensi stage II (54,9%). Kesimpulannya sebagian besar pasien CHF yang datang ke IGD mengalami dyspnea sedang hingga berat disertai hipertensi derajat lanjut. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya pengkajian cepat terhadap dyspnea dan status hemodinamik sebagai dasar intervensi keperawatan yang tepat untuk mencegah perburukan kondisi klinis pasien CHF.