Tikus dapat beradaptasi dengan sukses di lingkungan manusia, seperti pelabuhan, jika lingkungan tersebut mendukung kelangsungan hidup mereka. Tikus dapat membawa infeksi yang menyebabkan penyakit pada manusia, yang berdampak buruk pada kehidupan manusia. Leptospirosis dapat ditularkan melalui air liur dan urine tikus. Wabah pes ditularkan melalui gigitan kutu tikus, dan tikus juga dapat menyebarkan rabies, trichinosis, salmonellosis, rickettsial pox, dan tifus tikus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis tikus di area Pelabuhan Laut Manado dan mengetahui angka kepadatan tikus di Pelabuhan Laut Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional yang bertujuan untuk menggambarkan kepadatan tikus di pelabuhan berdasarkan hasil penangkapan selama periode tertentu. Populasi dari penelitian ini seluruh tikus yang ada di Pelabuhan Laut Manado, dan untuk sampel dari penelitian ini yaitu semua tikus yang tertangkap di Pelabuhan laut manado. Perangkap yang digunakan yaitu singel trap yang dipasang di 21 titik yang ada di wilayah Pelabuhan Laut Manado. Umpan yang digunakan yaitu ikan asin. Berdasarkan hasil penelitian selama 5 hari dengan jumlah perangkap yang diletakkan sebanyak 100 perangkap didapatkan 28 ekor tikus, jenis tikus yang tertangkap yaitu Rattus novergicus sebanyak 22 ekor, dan Mencit sebanyak 6 ekor. Nilai Success Trap kepadatan tikus di Pelabuhan Laut Manado yaitu 28% berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 SBMKL untuk kepadatan tikus yaitu <1% maka dapat disimpulkan bahwa kepadatan tikus di Pelabuhan Laut manado tergolong tinggi dan belum memenuhi syarat dan perlu dilakukan pengendalian.