Muhammad Nur Rochim Maksum
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsep Pendidikan Islam Untuk Anak: Telaah Literatur Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Imam Al-Ghazali Abdullah, Aji; Azani, Mohammad Zakki; Muhammad Nur Rochim Maksum
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol. 9 No. 2 (2025): Vol 9 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v9i2.11028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan konsep pendidikan Islam untuk anak melalui sintesis pemikiran dua tokoh besar Islam klasik, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Imam Al-Ghazali. Latar belakang penelitian ini didorong oleh problematika pendidikan anak kontemporer yang cenderung berorientasi pada aspek kognitif dan akademik, namun mengabaikan dimensi moral, spiritual, dan pembentukan karakter. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis karya utama kedua tokoh, yakni Tuhfatul Maudud dan Ayyuhal Walad, serta literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Ibnu Qayyim maupun Al-Ghazali menekankan pentingnya pendidikan holistik yang mencakup pengembangan akal, hati, dan jasmani secara seimbang. Metode pendidikan anak yang dikemukakan meliputi pembiasaan, keteladanan, nasihat, hukuman edukatif, serta keterlibatan anak dalam perbuatan baik (learning by doing). Al-Ghazali juga menawarkan pendekatan korektif berupa teguran, peringatan, dan pemberian hadiah yang dilakukan secara bijak dan proporsional. Konsep-konsep tersebut terbukti relevan dengan paradigma pendidikan modern seperti whole child education, positive discipline, dan experiential learning. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan pendidikan anak berbasis fitrah dan akhlak sebagaimana diajarkan oleh Ibnu Qayyim dan Al-Ghazali dapat menjadi solusi konseptual terhadap krisis pendidikan karakter saat ini. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kurikulum dan panduan parenting berbasis nilai-nilai Islam klasik ini untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.