Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Revitalisasi Kesadaran Religiusitas Berbasis Nilai- Nilai Agama Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) Desa Sidomukti Kecamatan Jenawi Maksum, Muh. Nur Rochim; Mansyur, Yahsyalloh Al; Firdayanti, Novia; Oktaviani, Rizka Dwi; Fauziyah, Luthfi Syifa’; Abdullah, Aji; Aliimu, Bagus Nur; Fauzi, Ahmad; Listyana, Listyana; Kurniawan, Ade Habib Muhammad
International Conference on Education for All Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Peguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sidomukti di wilayah Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, merupakan sebuah desa yang saat ini menghadapi tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan kesadaran religiusitas berbasis nilai-nilai Agama Islam dan Kemuhammadiyahan. Permasalahan yang dihadapi mitra berkaitan dengan beberapa hal berkaitan dengan penguatan keagamaan, yaitu kurangnya partisipasi masyarakat dalam meramaikan masjid, penyembelihan hewan kurban, antusiasme santri TPA, serta partisipasi dalam ibadah kurban. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat (PKM) adalah Upaya revitalisasi ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial serta meningkatkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Dampak yang diharapkan adanya program tersebut diharapkan mitra dapat membentuk kesadaran individu masyarakat dalam menghadapi dan mengatasi tantangan hidup dengan keyakinan dan ketenangan batin. Metode pelaksanaan program PKM yang dilakukan adalah sosialisasi, diskusi dan pelatihan. Target PKM yang diharapkan yaitu terlaksananya pelatihan penyembelihan hewan kurban, terbukanya peluang kerja antara mahasiswa MPAI UMS dengan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah serta meningkatkan minat dan pengetahuan masyarakat berkaitan dengan agama Islam berbasis Muhammadiyah
RAMADAN AS A MOMENTUM FOR CHARACTER DEVELOPMENT: A VALUES EDUCATION APPROACH IN THE ISLAMIC SCHOOL CURRICULUM Wirawati, Sri Mukti; Abdullah, Aji; Gymnastiar, Iman Ahmad; Rokhim, Abdur; Arthawati, Sri Ndaru
Indonesian Journal of Studies on Humanities, Social Sciences and Education Vol. 2 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Studies on Humanities, Social Sciences, and Education (IJ
Publisher : GoAcademica CRP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/m41z5324

Abstract

This article examines Ramadan as an essential momentum for character development through a values education approach within the Islamic school curriculum using a systematic literature review. Character development has become increasingly vital, highlighting the importance of embedding moral values and ethical awareness among students. Ramadan presents a unique educational context due to its emphasis on spiritual growth, moral reflection, and behavioral discipline central to Islamic teachings. The systematic review analyzes existing literature sourced from reputable academic databases, focusing explicitly on values-based educational practices conducted during Ramadan in Islamic educational institutions. The findings indicate that Ramadan significantly facilitates the internalization of essential values such as empathy, patience, gratitude, discipline, spirituality, and social responsibility among students. The identified instructional strategies include reflective classroom dialogues, experiential learning activities, and structured community engagement programs integrated into Ramadan-specific curricula. The reviewed literature demonstrates measurable positive impacts on student behaviors, ethical reasoning, interpersonal relationships, and overall character maturity following participation in these curricular practices. Challenges identified in the literature relate mainly to sustaining and consistently applying values education beyond the Ramadan period. This article provides insights and practical implications for educators and policymakers to strengthen character education initiatives within Islamic schooling contexts. Further research is recommended to evaluate the long-term effectiveness of Ramadan-based values education programs and their potential application in broader educational settings.
Konsep Pendidikan Islam Untuk Anak: Telaah Literatur Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Imam Al-Ghazali Abdullah, Aji; Azani, Mohammad Zakki; Muhammad Nur Rochim Maksum
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol. 9 No. 2 (2025): Vol 9 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v9i2.11028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan konsep pendidikan Islam untuk anak melalui sintesis pemikiran dua tokoh besar Islam klasik, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Imam Al-Ghazali. Latar belakang penelitian ini didorong oleh problematika pendidikan anak kontemporer yang cenderung berorientasi pada aspek kognitif dan akademik, namun mengabaikan dimensi moral, spiritual, dan pembentukan karakter. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis karya utama kedua tokoh, yakni Tuhfatul Maudud dan Ayyuhal Walad, serta literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Ibnu Qayyim maupun Al-Ghazali menekankan pentingnya pendidikan holistik yang mencakup pengembangan akal, hati, dan jasmani secara seimbang. Metode pendidikan anak yang dikemukakan meliputi pembiasaan, keteladanan, nasihat, hukuman edukatif, serta keterlibatan anak dalam perbuatan baik (learning by doing). Al-Ghazali juga menawarkan pendekatan korektif berupa teguran, peringatan, dan pemberian hadiah yang dilakukan secara bijak dan proporsional. Konsep-konsep tersebut terbukti relevan dengan paradigma pendidikan modern seperti whole child education, positive discipline, dan experiential learning. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan pendidikan anak berbasis fitrah dan akhlak sebagaimana diajarkan oleh Ibnu Qayyim dan Al-Ghazali dapat menjadi solusi konseptual terhadap krisis pendidikan karakter saat ini. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kurikulum dan panduan parenting berbasis nilai-nilai Islam klasik ini untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
The The Essential Role of Human Nature in Shaping a Value-Based Islamic Educational Paradigm Abdullah, Aji; Asy’arie, Musa; Shobahiya, Mahasri
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol. 9 No. 2 (2025): Vol 9 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v9i2.15152

Abstract

This article aims to conduct an in-depth examination of the role of understanding human nature in constructing a value-based paradigm of Islamic education. The background of this study is grounded in the observed weakness of the spiritual and ethical dimensions within modern education systems, which tend to be pragmatic and cognitively centered, as well as the lack of integration of transcendental values in contemporary Islamic educational practices. The research adopts a qualitative approach using normative-philosophical methods and library research techniques. Data are critically analyzed through a textual study of classical and contemporary works in Islamic educational philosophy, Islamic anthropology, and relevant educational documents. The findings reveal that understanding human nature as a being composed of physical, intellectual, emotional, and spiritual dimensions has direct implications for the design of Islamic educational systems. Islamic education must be holistically structured through three foundational pillars: an ontological understanding of the human being, education as a process of value internalization, and the integration of spiritual and social values into the curriculum and instructional practices. The practical implications include the development of a tawhid-based curriculum, reflective and participatory learning strategies, the teacher’s role as murabbi (nurturer) and muaddib (ethical guide), an evaluation system that assesses character and spirituality, and a learning environment that functions as a value-based ecosystem. The article concludes that an Islamic education grounded in the understanding of human nature not only offers a solution to the value crisis in modern education but also serves as a strategic framework for nurturing a generation of insan kamil individuals who are intellectually excellent, spiritually mature, and socially responsible. This study contributes both theoretically and practically to the development of a more humanistic and transformative Islamic education system.