Pembelajaran abad ke-21 menempatkan keterampilan kolaborasi sebagai kompetensi penting yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar, sejalan dengan tuntutan global dan nasional dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila. Namun, pembelajaran di kelas masih didominasi oleh guru sehingga interaksi antarsiswa dan kemampuan kolaborasi belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament terhadap kemampuan kolaborasi siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Matching Pretest–Posttest Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas 6 SDIT Al-Hikmah Bence Blitar yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank dan Mann–Whitney U. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan perubahan pada kelas eksperimen, terjadi peningkatan kemampuan kolaborasi pada kelas eksperimen (Z= 3,595; p < 0,05), sementara kelas kontrol tidak menunjukkan perubahan yang berarti (Z= –0,57; p > 0,05). Hasil uji Mann–Whitney U menunjukkan bahwa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol, terdapat perbedaan skor posttest yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (U = 108,000; Z = –2,504; p < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa penerapan model Teams Games Tournament memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan kolaborasi siswa, khususnya pada indikator partisipasi, keterampilan sosial, pengelolaan tim, dan akuntabilitas. Kemampuan tersebut tercermin dalam salah satu dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu gotong royong. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi empiris bahwa model Teams Games Tournament efektif untuk mengembangkan keterampilan kolaborasi siswa sekolah dasar.