Rahmi, Irma Kurnia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Alat Digital dalam Meningkatkan Serah Terima Pasien dan Komunikasi Keselamatan:Sebuah Literatur Sistematis Rahmi, Irma Kurnia; Sastrawan, Sastrawan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20494

Abstract

ABSTRACT Ineffective patient handovers represent a critical challenge in healthcare systems, contributing to patient safety risks and issues with care continuity. Communication failures during handoffs are major factors in preventable medical errors, such as medication mistakes, delayed diagnoses, and adverse clinical outcomes. The integration of digital tools, including Electronic Health Records (EHR), telemedicine platforms, and mobile applications, has been proposed as a solution to bridge these communication gaps. This systematic literature review aims to evaluate the effectiveness of digital tools in improving patient handover processes and enhancing communication for patient safety within healthcare environments. The study adheres to PRISMA guidelines for systematic reviews and includes literature published between 2013 and 2025. A comprehensive search of relevant databases, such as Scopus and MDPI, identified 41 documents, 20 of which met the inclusion criteria for analysis. These studies examine the impact of digital tools like EHR, AI-based systems, mobile apps, and telemedicine on clinical handovers. The findings demonstrate that digital tools significantly enhance communication efficiency, reduce medical errors, and improve care coordination. EHR systems, for instance, have been shown to increase the accuracy of handovers and reduce miscommunication. Additionally, mobile applications and telemedicine platforms have enabled real-time communication, leading to improved patient outcomes and fewer adverse events. Despite these benefits, challenges remain regarding implementation, including staff resistance, inadequate training, and integration with existing workflows. Digital tools have the potential to transform patient handover processes and improve patient safety. However, successful implementation requires careful consideration of organizational readiness, staff training, and the adaptation of tools to local contexts. Future research should address methodological gaps and explore the long-term impact of these tools on patient outcomes. Keywords: Digital Tools, Patient Handover, Patient Safety, Communication, Healthcare Technology.  ABSTRAK Serah terima pasien yang tidak efektif merupakan tantangan kritis dalam sistem perawatan kesehatan, yang berkontribusi pada risiko keselamatan pasien dan masalah kontinuitas perawatan. Kegagalan komunikasi selama serah terima merupakan faktor utama dalam kesalahan medis yang dapat dicegah, seperti kesalahan pemberian obat, keterlambatan diagnosis, dan hasil klinis yang merugikan. Integrasi alat digital, termasuk Rekam Medis Elektronik (EHR), platform telemedisin, dan aplikasi seluler, telah diusulkan sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan komunikasi ini. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas alat digital dalam meningkatkan proses serah terima pasien dan meningkatkan komunikasi untuk keselamatan pasien dalam lingkungan perawatan kesehatan. Studi ini mengikuti pedoman PRISMA untuk tinjauan sistematis dan mencakup literatur yang diterbitkan antara tahun 2013 dan 2025. Pencarian komprehensif pada basis data yang relevan, seperti Scopus dan MDPI, mengidentifikasi 41 dokumen, 20 di antaranya memenuhi kriteria inklusi untuk analisis. Studi-studi ini meneliti dampak alat digital seperti EHR, sistem berbasis AI, aplikasi seluler, dan telemedisin pada proses serah terima pasien. Temuan menunjukkan bahwa alat digital secara signifikan meningkatkan efisiensi komunikasi, mengurangi kesalahan medis, dan meningkatkan koordinasi perawatan. Sistem EHR, misalnya, telah terbukti meningkatkan akurasi serah terima dan mengurangi miskomunikasi. Selain itu, aplikasi seluler dan platform telemedisin telah memungkinkan komunikasi secara real-time, yang mengarah pada peningkatan hasil pasien dan lebih sedikit kejadian buruk. Terlepas dari manfaat ini, tantangan tetap ada terkait implementasi, termasuk resistensi staf, pelatihan yang tidak memadai, dan integrasi dengan alur kerja yang ada. Alat digital berpotensi untuk mengubah proses serah terima pasien dan meningkatkan keselamatan pasien. Namun, implementasi yang sukses membutuhkan pertimbangan yang cermat terhadap kesiapan organisasi, pelatihan staf, dan adaptasi alat terhadap konteks lokal. Penelitian di masa mendatang harus mengatasi kesenjangan metodologis dan mengeksplorasi dampak jangka panjang alat-alat ini terhadap hasil pasien. Kata Kunci:  Alat Digital, Serah Terima Pasien, Keselamatan Pasien, Komunikasi, Teknologi Kesehatan.
Analisis Implementasi Total Quality Management (TQM) dalam Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Rahmi, Irma Kurnia; Sastrawan, Sastrawan; Khalik, Lalu Abdul
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.21656

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of Total Quality Management (TQM) in the Emergency Department (ED) of RSUD Nusa Tenggara Barat Provincial Hospital. A qualitative case study design was employed to explore how TQM principles are applied in the context of hospital service quality, particularly in high-pressure and dynamic emergency care settings. Analyzing the implementation of Total Quality Management (TQM) in the Emergency Installation services of the Regional General Hospital of West Nusa Tenggara Province. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document review. Thematic analysis was conducted based onDonabedian’s model (structure, process, outcome) and key TQM principles such as continuous improvement, staff involvement, and data-driven management. Findings indicate that TQM implementation in the ED is not yet fullyoptimized. Major challenges include limited human resources, inadequate physical infrastructure, and an underdeveloped information system. However, several TQM elements have been partially adopted, including routine staff training, improved communication, and increased staff participation. These efforts have contributed positivelyto patient perceptions, particularly in terms of response time and staff professionalism. The implementation of TQM has contributed to improvements in ED service quality. Nonetheless, further systemic strategies are needed tostrengthen operational systems, integrate data management via SIMRS, enhance staff capacity, and foster a participatory quality culture. A comprehensive and sustainable approach is essential to fully internalize TQM principles across all service areas. Keyword: Total Quality Management, Emergency Department, Service Quality, Hospital, Thematic Approach.  ABSTRAK Penelitian ini tujuannya menganalisis implementasi Total Quality Management (TQM) dalam pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk menjelajahi sejauh mana prinsip-prinsip TQM diterapkan dalam konteks peningkatan mutu layanan rumah sakit, khususnya pada unit dengan karakteristik dinamis dan tekanan tinggi seperti IGD. Menganalisis implementasi Total Quality Management (TQM) dalam pelayanan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data diperoleh melewati wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen.Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik dengan mengacu pada model Donabedian (struktur, proses,hasil), serta prinsip-prinsip utama TQM seperti perbaikan berkelanjutan, keterlibatan staf, dan manajemen berbasis data. Temuan menunjukkan bahwa implementasi TQM di IGD belum berjalan secara optimal. Hambatan utamameliputi keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur fisik yang belum memadai, serta sistem informasi yangbelum sepenuhnya terintegrasi. Meskipun demikian, beberapa prinsip TQM mulai diterapkan, antara lain pelatihanrutin, penguatan komunikasi, dan partisipasi staf. Praktik ini berdampak positif terhadap persepsi pasien, terutama dalam hal kecepatan respons dan profesionalisme tenaga medis. Penerapan TQM memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu layanan IGD. Namun, dibutuhkan strategi penguatan sistem, integrasi data berbasis SIMRS, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta pembentukan budaya mutu yang partisipatif. Pendekatan yang sistemik dan berkelanjutan diperlukan agar prinsip TQM dapat terinternalisasi secara menyeluruh di seluruh lini layanan. Kata Kunci: Total Quality Management, Instalasi Gawat Darurat, Mutu Layanan, Rumah Sakit, Pendekatan Tematik.