The urgency of balancing technical competence and professional attitudes in health vocational education is the primary background of this research. This study aims to analyze the implementation of character education-based curriculum management in shaping student behavior at Bakti Indonesia Medika Tulungagung Health Vocational School. This research applies a qualitative approach with a case study design, where data were collected through participant observation, in-depth interviews with school leaders, teachers, and students, and documentation studies, which were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The research findings indicate that curriculum management is carried out systematically through planning stages that include a character vision, integrated implementation in learning, habituation programs, and fieldwork practices, as well as ongoing evaluation. The routine habituation program has proven effective in instilling the values of discipline, responsibility, and empathy in students. Despite facing time constraints, supporting factors such as the principal's leadership, educator commitment, and synergy with parents and the industrial world are very dominant in the program's success. The main conclusion confirms that character-based curriculum management contributes significantly to producing graduates who are not only medically competent but also possess moral integrity and professional readiness to face the world of health work. ABSTRAK Urgensi keseimbangan antara kompetensi teknis dan sikap profesional dalam pendidikan vokasi kesehatan menjadi latar belakang utama penelitian ini. Studi ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen kurikulum berbasis pendidikan karakter dalam membentuk perilaku peserta didik di SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Tulungagung. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pimpinan sekolah, guru, serta siswa, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum dijalankan secara sistematis melalui tahapan perencanaan yang memuat visi karakter, pelaksanaan yang terintegrasi dalam pembelajaran, program pembiasaan, dan praktik kerja lapangan, serta evaluasi berkelanjutan. Program pembiasaan rutin terbukti efektif menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan empati pada siswa. Meskipun menghadapi kendala keterbatasan waktu, faktor pendukung berupa kepemimpinan kepala sekolah, komitmen pendidik, serta sinergi dengan orang tua dan dunia industri sangat dominan dalam keberhasilan program. Simpulan utama menegaskan bahwa manajemen kurikulum berbasis karakter berkontribusi signifikan dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga memiliki integritas moral dan kesiapan profesional untuk menghadapi dunia kerja kesehatan.