Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Effect of Principal Communication Skills And Teacher Professionalism On Teacher Work Productivity At Tlogobodosari II Elementary School And Andonosari I State Elementary School Pasuruan Regency: Pengaruh Keterampilan Komunikasi Kepala Sekolah dan Profesionalisme Guru Terhadap Produktivitas Kerja Guru Di SD Negeri Tlogobodosari II Dan SD Negeri Andonosari I Kabupaten Pasuruan Hermanoadi; Thohirin, Ahmad; A Faizin; Suyitno; Azizah, Anna Mussanatul
Procedia of Social Sciences and Humanities Vol. 3 (2022): Proceedings of the 1st SENARA 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pssh.v3i.188

Abstract

As a school leader, the principal must be able to lead, direct and supervise teachers, and carry out school activities that require good communication skills. Good and effective communication will be able to build cooperation between school principals and teachers; school principals can provide guidance to teachers; can direct and develop teacher performance so that teachers can improve their abilities and skills in teaching so that teachers are expected to increase their work productivity. Another factor that can affect teacher work productivity comes from within, namely teacher professionalism. With the existence of professional teachers, it is expected that teacher work productivity will also increase. This study aims to determine the effect of the principal's communication skills on the work productivity of teachers at SD Negeri Tlogobodosari II and SD Negeri Andonosari I; and knowing the influence of teacher professionalism on work productivity at SD Negeri Tlogobodosari II and SD Negeri Andonosari I. This type of research is a quantitative research where a questionnaire is given to all teachers who work at SD Negeri Tlogobodosari II and SD Negeri Andonosari I. The results showed that there was an influence of the principal's communication skills on the work productivity of teachers at SD Negeri Tlogobodosari II and SD Negeri Andonosari I which was carried out by means of criticism and suggestions; holding training/seminars; and motivation as indicated by the communication results of 91.00% and 89.75%, respectively, and the teacher's work productivity of 92.25% and 91.50%, respectively. In addition, there is also an influence of teacher professionalism on teacher work productivity at SD Negeri Tlogobodosari II and SD Negeri Andonosari I because if a teacher is a professional teacher then the teacher will have the ability, education, and skills in teaching so that it will increase teacher work productivity marked with the results of the distribution of teacher professionalism questionnaires of 89.75% and 89.00%, respective.
Kecakapan Abad 21: Kompetensi Pemimpin Pendidikan Masa Depan Thohirin, Ahmad; Faizin, A.; Afifah, Lailatul
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10376

Abstract

Abad ke 21 menuntut selalu berkembang dalam segala sektor, tanpa kecuali pada bidang Pendidikan. Pendidikan yang baik tidak lepas dari peran pemimpin Pendidikan yang baik pula, sehingga pada era saat ini dibutuhkan pemimpin yang kompeten untuk mengelola Pendidikan. Kajian ini untuk menganalisis kompetensi yang dibutuhkan oleh pemimpin Pendidikan abad 21, serta tantangan yang dihadapi kepala sekolah. Penelitian ini menggunkan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus, melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dilakukan pada SLTP di Lamongan, mengkaji kepemimpinan kepala sekolah seperti strategi, kebijakan dan soft skill untuk mengelola teknologi serta tantangan yang dihadapi. Hasil kajian bahwa pemimpin harus meningkatkan kemampuan digital para SDM, tersedianya sarana teknologi, membangun kerja sama dengan orang tua dan Masyarakat, serta kepala sekolah hendaknya Visioner, Team Building and Delegation, Social Intelligence, Problem Solving, Effective and Persuasive Communication, Coaching Skill, Analytical Thinking and Data Driven, Decision Making, Conflict Management, Digital Mindset and Competencies. Tantangan yang muncul seperti keterbatasan dana dan fasilitas teknologi, rendahnya literasi digital orang tua. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan pelatihan literasi digital bagi seluruh SDM (pemimpin, guru, tendik dan orang tua) serta pentingnya dukungan tambahan dari pemangku kebijakan dalam penyediaan infrastruktur teknologi, demi mendukung terciptanya pendidikan berbasis teknologi yang optimal di era digital.
Kecakapan Abad 21: Kompetensi Pemimpin Pendidikan Masa Depan Thohirin, Ahmad; Faizin, A.; Afifah, Lailatul
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10376

Abstract

Abad ke 21 menuntut selalu berkembang dalam segala sektor, tanpa kecuali pada bidang Pendidikan. Pendidikan yang baik tidak lepas dari peran pemimpin Pendidikan yang baik pula, sehingga pada era saat ini dibutuhkan pemimpin yang kompeten untuk mengelola Pendidikan. Kajian ini untuk menganalisis kompetensi yang dibutuhkan oleh pemimpin Pendidikan abad 21, serta tantangan yang dihadapi kepala sekolah. Penelitian ini menggunkan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus, melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dilakukan pada SLTP di Lamongan, mengkaji kepemimpinan kepala sekolah seperti strategi, kebijakan dan soft skill untuk mengelola teknologi serta tantangan yang dihadapi. Hasil kajian bahwa pemimpin harus meningkatkan kemampuan digital para SDM, tersedianya sarana teknologi, membangun kerja sama dengan orang tua dan Masyarakat, serta kepala sekolah hendaknya Visioner, Team Building and Delegation, Social Intelligence, Problem Solving, Effective and Persuasive Communication, Coaching Skill, Analytical Thinking and Data Driven, Decision Making, Conflict Management, Digital Mindset and Competencies. Tantangan yang muncul seperti keterbatasan dana dan fasilitas teknologi, rendahnya literasi digital orang tua. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan pelatihan literasi digital bagi seluruh SDM (pemimpin, guru, tendik dan orang tua) serta pentingnya dukungan tambahan dari pemangku kebijakan dalam penyediaan infrastruktur teknologi, demi mendukung terciptanya pendidikan berbasis teknologi yang optimal di era digital.
Pengembangan Ekonomi Kreatif Melalui Kain Tenun dengan Menggunakan Strategi Pemasaran Digital Latifah, Umi; Thohirin, Ahmad; Etiyasningsih, Etiyasningsih
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v5i1.489

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi industri kain tenun tradisional di Desa Wedani, dengan fokus pada aspek produksi, kualitas produk, teknik pembuatan, dan kontribusi terhadap perekonomian lokal. Melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi pelaku industri, seperti keterbatasan akses pasar, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap produk lokal, dan kurangnya inovasi dalam strategi pemasaran. Selain itu, pengabdian ini mengevaluasi strategi pemasaran tradisional yang diterapkan oleh pengrajin, menyoroti efektivitas dan kelemahan dalam menjangkau konsumen potensial. Selanjutnya, penelitian ini mengeksplorasi potensi pemasaran digital sebagai solusi untuk mengatasi tantangan yang ada. Penggunaan berbagai platform digital, termasuk media sosial dan e-commerce, diharapkan dapat meningkatkan jangkauan pasar dan penjualan produk kain tenun. Penelitian ini juga menganalisis dampak implementasi strategi pemasaran digital terhadap penjualan dan kesejahteraan pengrajin kain tenun, dengan penekanan pada perubahan volume penjualan, jangkauan pasar, dan peningkatan pendapatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan pemasaran digital tidak hanya mampu meningkatkan penjualan dan pendapatan pengrajin, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap produk lokal. Dengan demikian, penelitian ini menyarankan pentingnya integrasi strategi pemasaran digital dalam pengembangan industri kain tenun untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi lokal di Desa Wedani.
Kepemimpinan Karismatik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN Gesikan 1 dan SDN Grabagan 1 Kabupaten Tuban Wahyuni , Tutik; Thohirin, Ahmad; Suyitno, Suyitno
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah di SDN Gesikan 1 dan SDN Grabagan 1 dalam meningkatkan kinerja guru melalui kepemimpinan karismatik. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, yang mengandalkan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kinerja guru melalui motivasi inspirasional, pertimbangan individual, dan stimulasi intelektual. Motivasi inspirasional dilakukan dengan memberikan bimbingan visioner dan saling berbagi ilmu di antara guru, sementara fasilitas seperti pelatihan profesional dan pengawasan rutin juga disediakan. Selain itu, pengawasan dan evaluasi yang dilakukan secara berkala membantu memastikan bahwa tugas-tugas pengajaran berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Meskipun demikian, upaya peningkatan kinerja melalui pendidikan formal masih kurang, yang perlu diperhatikan lebih lanjut oleh pimpinan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan strategi yang tepat, pimpinan di SDN Gesikan 1 dan SDN Grabagan 1 mampu mendorong peningkatan kinerja guru melalui pendekatan kepemimpinan karismatik yang komprehensif.
The Transformational Leadership Management in Efforts to Improve Education Quality (A Multi-Case Study at SD Negeri Kiduldalem I and SD Swasta Nahdhatul Ulama Bangil, Pasuruan Regency) Novida, Laila; Thohirin, Ahmad; Faizin , A.
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025): #1
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1406

Abstract

The leadership of school principals is a strategic factor in improving the quality of education at elementary schools. Various studies have shown that transformational leadership has a positive influence on teacher performance and the quality of learning. However, most studies still focus on leadership styles and have not examined transformational leadership as a structured managerial process. This study aims to analyze the management of transformational leadership by school principals in efforts to improve the quality of education at elementary schools through a multi-site study approach. The research employs a qualitative approach with a phenomenological design at two elementary schools, namely SD Negeri Kiduldalem 1 Bangil and SD Swasta Nahdlatul Ulama Bangil, Pasuruan Regency. Data collection techniques included in-depth interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model. The results show that the school principals apply transformational leadership through quality program planning, human resource organization, supportive academic supervision, and continuous evaluation. Differences in the context of public and private schools affect managerial flexibility; however, both schools demonstrate the significant contribution of transformational leadership to improving the quality of education. This study concludes that systematic and contextual management of transformational leadership can be the main driver of improving elementary school education quality.
School Principals’ Leadership in Building School Community Partnerships: A Multisite Study to Enhance Educational Quality at SDN Tempuran I and SDN Tempuran II Pasrepan Arif, Syamsul; Thohirin, Ahmad; Faizin, A.; Rimadani, Eprilia
The Future of Education Journal Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i1.1581

Abstract

This study examines the role of school principals’ leadership in building partnerships between schools and the community to enhance educational quality at SDN Tempuran I and SDN Tempuran II. A qualitative approach with a multisite case study design was employed to understand the meaning and practices of leadership within the real context of rural elementary schools. Data were collected through semi-structured interviews, participatory observations, and documentation of partnership activities. The findings reveal that school principals implement collaborative leadership that encourages the involvement of school committees, parents, and community members in decision-making processes and the development of educational programs. These partnerships contribute significantly to improvements in learning facilities, resource support, and more active stakeholder participation in educational activities. The findings underscore the importance of adaptive leadership and effective communication strategies in strengthening school–community relationships in rural settings.
The Effect of Principal Supervision on Teacher Performance at SDN Wonosari, Pasuruan Handayani, Puji; Thohirin, Ahmad; Suyitno
The Future of Education Journal Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i1.1600

Abstract

This study aims to describe the implementation of principal supervision and its contribution to teacher performance at SDN Wonosari, Pasuruan Regency. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects consisted of the principal and teachers selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that principal supervision was implemented through planning, implementation, and follow-up processes that were flexible and oriented toward teacher professional development. Communicative and continuous supervision contributed to improving teacher performance, particularly in lesson planning, classroom instruction, and work motivation. This study provides a contextual understanding of the role of principal supervision in enhancing teacher performance at the elementary school level.
ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Sari, Elmiya; Faizin, A.; Thohirin, Ahmad; Suyitno, Suyitno
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9407

Abstract

Improving the quality of education is crucial for developing intelligent, competent, and character-based citizens who are ready to engage as individuals and members of society. The challenge in improving the quality of education is the disparity between urban and rural schools, with varying conditions, characteristics, and problems. A leadership style and POAC management strategy are needed for the principal and driving teacher as appropriate agents of change in managing school assets, including input, process, and product. This study examines in depth the implementation of the leadership style of the driving teacher principal in improving the quality of education. This study uses a qualitative descriptive method with a multi-case approach with important stages of data collection, namely interviews, observations, and documentation studies. The research subjects consisted of 2 principals, 8 teachers, 2 school committees, and 6 students. The main findings indicate that the implementation of transformational, servant, and democratic leadership styles can improve the quality of education at Muhammadiyah Bangil Creative Elementary School. Meanwhile, the implementation of situational, visionary leadership styles can improve the quality of education at Candi Binagun II Sukorejo Elementary School. Further findings indicate that the factors that influence the leadership style of the principal of the driving teacher are the values, roles, visions, and characters embedded in the principal of the driving teacher so that they can successfully implement the POAC management strategy by forming a school that fosters and improves the quality of education. It can be concluded that the values, roles, and visions of the driving teacher can shape the character of the leadership style in implementing the POAC management strategy. And transformational, visionary, servant, and democratic leadership styles can improve the quality of education in elementary schools with different school characteristics and cultures.  ABSTRAK Peningkatan mutu pendidikan sangat penting untuk membentuk warganegara yang cerdas, berkompetensi dan berkarakter yang siap terjun sebagai individu dan masyarakat. Tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu adanya kesenjangan sekolah di perkotaan dan pedesaan dengan berbagai kondisi, karakter dan permasalahn yang dihadapi. Dibutuhkan gaya kepemimpinan dan strategi manajemen POAC kepala sekolah guru penggerak sebagai agen perubahan yang tepat dalam mengelola aset sekolah baik input, proses maupun produk. Penelitian ini mengkaji secara mendalam implementasi gaya kepemimpinan kepala sekolah guru penggerak dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsi dengan pendekatan multikasus dengan tahapan penting pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 2 kepala sekolah, 8 guru, 2 komite sekolah dan 6 siswa. Temuan utama menunjukkan bahwa implementasi gaya kepemimpinan transformasional, servant dan demokratif dapat meningkatkan mutu pendidikan di SD Kreatif Muhammadiyah Bangil. Sedangkan implementasi gaya kepemimpinan situasional, visioner dapat meningkatkan mutu pendidikan di SDN Candi Binagun II Sukorejo. Temuan selanjutnya menunjukkan faktor -faktor yang memengaruhi gaya kepemimpinan kepala sekolah guru penggerak yaitu nilai, peran, visi dan karakter yang tertanam pada diri kepala sekolah guru penggerak  sehingga berhasil melaksanakan startegi manajemen POAC dengan membentuk sekolah yang menumbuhkan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dapat disimpulkan bahwa  nilai, peran, visi guru penggerak dapat membentuk karakter gaya kepemimpinan dalam melaksanakan strategi manajemen POAC. Dan gaya kepemimpinan transformasional, visioner, servant, demokratif dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar dengan karakteristik sekolah dan budaya yang berbeda.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK PERILAKU PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KESEHATAN L, Muh Yudha; Thohirin, Ahmad; Suyitno, Suyitno
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9408

Abstract

The urgency of balancing technical competence and professional attitudes in health vocational education is the primary background of this research. This study aims to analyze the implementation of character education-based curriculum management in shaping student behavior at Bakti Indonesia Medika Tulungagung Health Vocational School. This research applies a qualitative approach with a case study design, where data were collected through participant observation, in-depth interviews with school leaders, teachers, and students, and documentation studies, which were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The research findings indicate that curriculum management is carried out systematically through planning stages that include a character vision, integrated implementation in learning, habituation programs, and fieldwork practices, as well as ongoing evaluation. The routine habituation program has proven effective in instilling the values ​​of discipline, responsibility, and empathy in students. Despite facing time constraints, supporting factors such as the principal's leadership, educator commitment, and synergy with parents and the industrial world are very dominant in the program's success. The main conclusion confirms that character-based curriculum management contributes significantly to producing graduates who are not only medically competent but also possess moral integrity and professional readiness to face the world of health work. ABSTRAK Urgensi keseimbangan antara kompetensi teknis dan sikap profesional dalam pendidikan vokasi kesehatan menjadi latar belakang utama penelitian ini. Studi ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen kurikulum berbasis pendidikan karakter dalam membentuk perilaku peserta didik di SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Tulungagung. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pimpinan sekolah, guru, serta siswa, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum dijalankan secara sistematis melalui tahapan perencanaan yang memuat visi karakter, pelaksanaan yang terintegrasi dalam pembelajaran, program pembiasaan, dan praktik kerja lapangan, serta evaluasi berkelanjutan. Program pembiasaan rutin terbukti efektif menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan empati pada siswa. Meskipun menghadapi kendala keterbatasan waktu, faktor pendukung berupa kepemimpinan kepala sekolah, komitmen pendidik, serta sinergi dengan orang tua dan dunia industri sangat dominan dalam keberhasilan program. Simpulan utama menegaskan bahwa manajemen kurikulum berbasis karakter berkontribusi signifikan dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga memiliki integritas moral dan kesiapan profesional untuk menghadapi dunia kerja kesehatan.