Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan pemahaman membaca siswa kelas IV SD Negeri 14 Kelakik, yang ditunjukkan oleh keterbatasan kosakata, kesulitan memahami kata dan kalimat panjang, serta rendahnya kemampuan memahami teks kompleks. Secara praktis, kondisi ini berdampak pada ketercapaian pembelajaran lintas mata pelajaran sehingga diperlukan strategi pengajaran membaca yang adaptif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pengajaran membaca yang diterapkan guru, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi siswa, serta menganalisis respons siswa terhadap proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data primer berasal dari guru Bahasa Indonesia kelas IV sebagai key informan dan 20 siswa sebagai informan pendukung melalui observasi dan wawancara mendalam. Sumber data sekunder meliputi RPP, hasil tugas siswa, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi membaca nyaring, membaca berpandu, membaca bersama, dan membaca mandiri, yang dipadukan dengan media sederhana seperti buku cerita dan gambar ilustratif. Interaksi intensif melalui bimbingan individual, pengulangan bacaan (repeated reading), dan pemberian motivasi efektif meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Kendala utama meliputi keterbatasan kosakata dan kesulitan memahami teks panjang. Strategi yang variatif dan adaptif terbukti membantu mengatasi hambatan tersebut, meskipun masih diperlukan pengembangan media dan dukungan sarana pembelajaran.