Perkembangan pesat teknologi digital telah secara signifikan mengubah lanskap komunikasi massa, sehingga mendorong media tradisional seperti radio untuk beradaptasi dengan logika platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam memperluas jangkauan pendengar serta memperkuat interaksi antara penyiar dan audiens di Radio Gloria Paramitha FM Lumajang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini mengkaji bagaimana platform media sosial, khususnya Instagram dan Facebook, berfungsi sebagai instrumen konvergensi media dalam penyiaran radio lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan strategis tidak hanya sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai ruang komunikasi interaktif yang memungkinkan terjadinya keterlibatan dua arah antara penyiar dan pendengar. Fitur-fitur seperti siaran langsung, kolom komentar, dan pesan langsung memfasilitasi komunikasi partisipatif, yang menandai pergeseran dari komunikasi massa yang bersifat linear menuju model komunikasi yang interaktif dan berjejaring. Dalam konteks dakwah Islam, konvergensi media sosial memungkinkan pesan-pesan dakwah yang disiarkan melalui radio menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam tanpa dibatasi oleh ruang geografis. Selain itu, platform digital interaktif mendorong penyampaian pesan dakwah yang lebih dialogis, kontekstual, dan berorientasi pada audiens, sehingga meningkatkan daya persuasi dan fungsi edukatif dakwah. Namun demikian, efektivitas pemanfaatan media sosial masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, pengelolaan konten yang belum konsisten, serta belum adanya strategi desain komunikasi visual yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konvergensi media sosial telah menjadi strategi penting dalam menjaga relevansi radio lokal di era digital. Sebuah model strategi komunikasi integratif diajukan untuk mengoptimalkan keterlibatan audiens, memperkuat identitas kelembagaan radio lokal, sekaligus memaksimalkan penyebaran dan efektivitas pesan dakwah di tengah arus konvergensi media yang terus berlangsung.