Ilmi, Yuniar Fathil
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analytical agreement between CEDIA immunoassay and HPLC for therapeutic drug monitoring of carbamazepine: a narrative review Mulki, Munir Alinu; Fitriana, Nariyyah; Ilmi, Yuniar Fathil; Utami, Marsah Rahmawati
Acta Pharmaciae Indonesia Vol 13 No 1 (2025): Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.api.2025.13.1.16526

Abstract

speed, simplicity, and cost, but the extent of its agreement with HPLC across diverse clinical contexts requires careful evaluation. Method: This narrative review synthesizes evidence from nine studies identified through Scopus and Google Scholar to assess the analytical agreement and clinical validity of CEDIA and related immunoassay platforms compared to HPLC and advanced chromatographic methods. Results: The reviewed evidence demonstrates strong inter-method correlation, although systematic positive bias in immunoassay results is consistently observed, particularly in patients receiving enzyme-inducing co-medications where carbamazepine-10,11-epoxide accumulation affects antibody cross-reactivity. CEDIA is analytically acceptable for routine CBZ TDM in stable patients on monotherapy. HPLC and LC-MS/MS remain preferable when metabolite quantification, polytherapy monitoring, or precise measurement near therapeutic boundaries is clinically required. Conclusion: Method selection should be guided by the clinical question, patient population characteristics, and available laboratory resources.
Penggunaan Spektrofotometri Inframerah dan Nuclear Magnetic Resonance Terhadap Penentuan Struktur Senyawa Metabolit Sekunder Ilmi, Yuniar Fathil; Mierza, Vriezka
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v22i2.1492

Abstract

Spektroskopi Inframerah (IR) dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR) adalah dua teknik analisis yang digunakan secara luas dalam penentuan struktur metabolit sekunder. Metabolit sekunder merupakan senyawa organik dalam aplikasi farmasi yang signifikan, namun hanya sebagian kecil yang telah dikarakterisasi secara mendalam. Tinjauan ini bertujuan untuk mengeksplorasi prinsip kerja, metode interpretasi data, serta keunggulan dan keterbatasan teknik IR dan NMR dalam karakterisasi struktur metabolit sekunder. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan menganalisis artikel dalam rentang waktu 2013-2023, meliputi penerapan spektroskopi IR dan NMR secara individual maupun kombinasi keduanya. Hasil menunjukkan bahwa IR efektif dalam identifikasi gugus fungsi melalui analisis spektrum serapan inframerah, sedangkan NMR memberikan detail struktur molekul, seperti konektivitas atom dan stereokimia. Kombinasi kedua teknik ini meningkatkan efisiensi dan analisis akurasi dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing. Studi kasus pada karakterisasi α-Mangostin menunjukkan keberhasilan penerapan integrasi IR dan NMR dalam menentukan struktur senyawa kompleks. Kesimpulannya, kombinasi IR dan NMR merupakan pendekatan strategi untuk karakterisasi metabolit sekunder, memberikan panduan praktis bagi penelitian lanjutan, serta berpotensi diterapkan dalam pengembangan obat berbasis senyawa bioaktif.