Sektor konstruksi mempunyai kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional, namun di sisi lain ancaman pada risiko keuangan yang tinggi, seperti pembengkakan biaya, keterlambatan pembayaran, serta kondisi potensi akibat kompleksitas proyek dan asimetri informasi. Kondisi tersebut memberlakukan penerapan sistem pengendalian internal yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi atas kelemahan dan kekuatan sistem pengendalian internal di PT Tatamulia Surabaya dengan mengintegrasikan kerangka COSO Internal Control Framework dan Teori Agensi. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk menggali pemaknaan dan pengalaman subyektif pegawai kunci yang terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan dan proyek. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, serta analisis dokumen perusahaan, kemudian dianalisis menggunakan analisis model studi kasus Yin melalui tahapan open coding, axial coding, pattern match, explanation building, dan cross-case sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen lingkungan pengendalian dinilai sebagai aspek terkuat, ditandai dengan keberadaan SOP baku, budaya kepatuhan, dan komitmen manajemen. Namun demikian, kelemahan utama ditemukan pada komponen informasi dan komunikasi serta pemantauan , terutama terkait keterlambatan dan ketidakakuratan data, implementasi ERP yang belum sepenuhnya real-time, serta lemahnya tindak lanjut temuan audit. Dalam perspektif Teori Agensi, kondisi tersebut mencerminkan masih kuatnya asimetri informasi dan residu agency risk yang menghambat efektivitas pengendalian internal secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis melalui integrasi COSO Framework dan Teori Agensi dalam konteks industri konstruksi, serta kontribusi praktis berupa rekomendasi penguatan kualitas informasi, sistem integrasi digital, dan mekanisme monitoring korektif untuk meningkatkan akuntabilitas dan tata kelola perusahaan.