Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi pembelajaran matematika pada siswa kelas VIII dan IX SMP Budi Luhur Samarinda berdasarkan data empiris yang tersedia di sekolah tersebut. Fokus penelitian diarahkan pada pemahaman konteks pembelajaran matematika di lingkungan sekolah berasrama, yang memiliki karakteristik khusus baik dari segi manajemen pembelajaran, pola interaksi siswa, maupun pengaturan waktu belajar. Pemahaman kondisi awal pembelajaran matematika menjadi penting sebagai dasar perencanaan strategi pembelajaran yang efektif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan data sekunder berupa jumlah siswa yang diperoleh dari dokumentasi sekolah. Teknik analisis data meliputi perhitungan frekuensi, persentase, frekuensi kumulatif, rata-rata, dan simpangan terhadap rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan jumlah siswa antar kelas, baik pada tingkat kelas VIII maupun kelas IX. Kelas IX A memiliki jumlah siswa terbanyak (31 siswa), sedangkan kelas VIII A memiliki jumlah siswa paling sedikit (18 siswa). Rata-rata jumlah siswa per kelas adalah 26,75 dengan nilai varians sebesar 26,19 yang menunjukkan adanya variasi ukuran antar kelas. Distribusi jumlah siswa yang tidak merata antar kelas memberikan gambaran awal mengenai kondisi heterogenitas peserta didik yang dapat memengaruhi dinamika pembelajaran matematika, termasuk pengelolaan kelas, interaksi belajar, serta efektivitas penyampaian materi. Selain itu, konteks sekolah berasrama memungkinkan adanya faktor tambahan seperti intensitas kegiatan belajar, kedisiplinan siswa, dan pola pembinaan akademik yang turut memengaruhi proses pembelajaran matematika. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi pihak sekolah dalam merencanakan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di lingkungan asrama.