Pruritus vulva merupakan keluhan gatal pada area genital luar wanita yang sering dialami remaja putri dan berisiko meningkat apabila kebersihan vulva tidak terjaga. Pengetahuan tentang vulva hygiene menjadi faktor penting dalam pencegahannya. Namun, di SMA dan SMK Manggala di Kota Tangerang, edukasi mengenai topik ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene dengan kejadian pruritus vulva pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 160 siswi diambil melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene, kejadian pruritus vulva, dan karakteristik responden, serta dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 17 tahun (36,2%), mandi ?2 kali sehari (91,2%), mengonsumsi junk food (75%), makanan manis berlebihan (71,9%), keluarga berpendapatan rendah (63,8%), 70,6% memiliki pengetahuan kurang tentang vulva hygiene, dan 67,5% mengalami pruritus vulva. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene dengan kejadian pruritus vulva (p = 0,013). Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara variabel usia, kebiasaan mandi, konsumsi junk food, makanan manis, dan pendapatan keluarga dengan pruritus vulva. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik mengenai vulva hygiene berpengaruh terhadap rendahnya kejadian pruritus vulva, sehingga peningkatan edukasi kesehatan reproduksi menjadi langkah preventif yang penting.