Roza, Alzhika Khalisha
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KLINIS DAN SOSIAL PADA PASIEN LANSIA DI KRENDANG DENGAN HNP (HERNIA NUCLEUS PULPOSUS) Primaresti, Arella Fina; Nugraha, Alfajri Febri; Susetyo, Angela Excellcia Larasaty; Faza, Arnira Nailah; Asral, Akasyah Muhammad; Arsy, Alinda; Roza, Alzhika Khalisha; Ardillah, Dinda Rizky; Atmaja, Egi Martvi; Sorfina, Akialyn Naznin; Agustina, Almalia Rachma; Saubaki, Elisa Kezia; Thalia, Anita; Arumdytha, Amanda Syadzwina Mecca; Lintuuran, Rivo Mario Warouw
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i1.25517

Abstract

Hernia Nucleus Pulposus (HNP) merupakan kondisi patologis di mana bagian dari nucleus pulposus menonjol melalui annulus fibrosus dan dapat menekan akar saraf tulang belakang, sehingga menimbulkan nyeri punggung bawah yang signifikan dan keterbatasan fungsional pada penderitanya. Prevalensi HNP meningkat seiring bertambahnya usia dan sering dikaitkan dengan faktor mekanis serta degeneratif. Pekerjaan sebagai kuli angkut pada masa produktif pasien dapat memberikan beban mekanis kronis pada struktur tulang belakang dan menjadi salah satu faktor risiko terjadinya HNP pada usia lanjut. Selain itu, kondisi komorbid seperti hipertensi dan riwayat penyakit jantung yang umum ditemukan pada lansia juga berkontribusi terhadap kompleksitas manajemen pasien dan mempengaruhi kualitas hidup penderita. Kondisi tersebut berdampak negatif terhadap kemampuan fungsional lansia dalam aktivitas sehari-hari serta meningkatkan kebutuhan intervensi kesehatan yang tepat. Salah satu bentuk dari pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis kondisi klinis dan sosial seorang lansia penderita HNP di Kecamatan Krendang yang juga memiliki hipertensi dan riwayat penyakit jantung. Pendekatan dilakukan melalui asesmen klinis, wawancara dengan pasien dan keluarga, serta edukasi promotif dan preventif terkait penanganan non-farmakologis yang sesuai.