ABSTRAK Kondisi kegawatdaruratan tidak hanya terjadi di lingkungan Rumah Sakit, melainkan dapat juga terjadi dalam lingkungan rumah tangga terutama pada kelompok anak usia balita, diantaranya kejadian tersedak, luka bakar dan kejang demam. Adapun Faktor yang menjadi penentu keselamatan anak saat kejadian gawat darurat seperti pengetahuan, akses informasi dan keterampilan praktis anggota keluarga khususnya ibu mengenai identifikasi tanda bahaya, pertolongan pertama dan kapan harus merujuk ke layanan darurat masih terbatas. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan kader serta Ibu Rumah Tangga dengan anak usia 0-5 tahun dalam penanganan pertama kejadian kegawatadaruratan melalui edukasi dan simulasi digital. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan monitoring. Kegiatan dilaksanakan pada 26 November 2025 di RW 16 Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut dengan jumlah peserta 50 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang signifikan berdasarkan hasil pre-test dan post-test, antara lain pemahaman kegawatdaruratan dirumah dan penanganan pertama. Kesimpulan kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan keluarga dalam menangani kondisi gawat darurat, dan pemberdayaan kader sebagai agen perubahan di masyarakat. Kata Kunci: Edukasi, Kegawatdaruratan,Anak, Keluarga, Simulasi Digital. ABSTRACT Emergency conditions do not only occur in hospital settings but can also arise within households, particularly among children under five years old, such as choking, burns, and febrile seizures. Factors that determine a child’s safety during emergencies—such as knowledge, access to information, and practical skills of family members, especially mothers, regarding the identification of danger signs, first aid, and when to seek emergency services—remain limited. Purpose: This community service program aims to improve the knowledge and preparedness of community health volunteers and mothers with children aged 0–5 years in providing initial management of emergency events through education and digital simulation. The implementation method included preparation, execution, evaluation, and monitoring. The activity was conducted on November 26, 2025, in RW 16, Sukajaya Village, Tarogong Kidul District, Garut Regency, with a total of 50 participants. The results showed a significant increase in participants’ knowledge and skills based on pre-test and post-test findings, including understanding of home emergencies and first-response actions. Conclusion: This activity had a positive impact by increasing families’ knowledge and preparedness in handling emergency conditions and empowering community health volunteers as agents of change within the community. Keywords: Education, Emergency, Children, Family, Digital Simulation.