Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

INNOVATION IN USING BETEL LEAVES IN PERSONAL HYGIENE EDUCATION TO IMPROVE BOYS' HEALTH AT PAUD AL-WALIDAH, GARUT DISTRICT Nurjaman, Iman; Rinjani , Santi; Dewi, Winasari; Ainurrahmah, Yusni; Jinan, Ridwan Riadul; Yulianie, Rany; Sutrisno, Nisa Wening Asih; Bastian, Yani Annisa Fauziah
Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This program focuses on personal hygiene education for boys at PAUD Al-Walidah, Sukajaya, Garut Regency. Through innovation in the use of betel leaves as a natural antiseptic ingredient by involving parents, this program aims to increase awareness and clean living behavior in children. Apart from that, this program is also designed to empower the community by opening business opportunities based on local innovation. The results of this activity show an increase in the ability and knowledge of parents of uncircumcised boys regarding the importance of keeping personal areas clean. Therefore, parents can use natural media using betel leaves which are processed into an antiseptic spray and the ingredients are available around the house to clean the scalp area of ​​their child's penis to prevent phimosis.
Pengetahuan dan Manajemen Diri Dalam Pencegahan Komplikasi Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Karangmulya Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut Ainurrahmah, Yusni; Jinan, Ridwan Riadul; Destiani LQ, Denaila Silegar
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 4, No 3 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v4i3.918

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik menahun multifaktoral yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat disfungsi insulin. Indonesia berada di urutan ke-5 diantara 10 negara dengan kasus tertinggi sebanyak 19,47 juta orang penderita diabetes. Pengetahuan pada diabetes melitus adalah persepsi berupa informasi yang diketahui oleh penderita diabetes melitus. Beberapa pengetahuan yang diperlukam oleh pasien DM adalah pengetahuan dasar mengenai penyakit DM itu sendiri, pengendalian kadar gula darah, dan pencegahan komplikasi. Manajemen diri diabetes adalah sikap penderita diabetes saat mengelola penyakitnya secara mandiri termasuk perilaku pengobatan dan pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan manajemen diri dalam pencegahan komplikasi pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jenis penelitian ini menggunakan deskriftif kuantitatif dengan populasi sebanyak 33 orang dan tehnik pengambilan sampling menggunakan total sampling. Tehnik pengumpulan data didapatkan dari hasil pengisian kuisioner DKQ-24 dan kuisioner DSMQ oleh responden. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran tingkat pengetahuan yang sedang dengan jumlah sebagian besar responden sebanyak 22 orang (66,7%) dan menunjukan gambaran hampir dari seluruh responden dalam penelitian ini melakukan self manajemen yang baik sebanyak 26 orang (78,8%). Kesimpulan dalam penelitian ini responden memiliki pengetahuan yang sedang dan manajemen diri yang baik dalam pencegahan komplikasi pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Karangmulya Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Garut Dengan Pelaksanaan Protokol Kesehatan Pasca Vaksinasi Covid-19 Tahun 2022 Jinan, Ridwan Riadul; Ainurrahmah, Yusni
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 4, No 3 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v4i3.917

Abstract

Saat ini didunia sebanyak 6,02 juta jiwa terkonfirmasi positif Covid-19 dan 155 ribu jiwa melayang sampai pada tanggal 7 April 2022. Untuk menghambat penyebaran virus lebih besar pemerintah mewajibkan vaksinasi kepada masyarakat. Mahasiswa UBK Garut sebagai bagian dari masyarakat hampir seluruhnya sudah melakukan vaksinasi minimal dosis ke 1 akan tetapi 40% Mahasiswa UBK Garut tidak melaksanakan protokol kesehatan karena merasa sudah divaksin dan berpeluangan menyebarkan covid 19, hal ini menjadi permasalahan yang diharapkan mampu diatasi dari penelitian ini. Mahasiswa merupakan sasaran sekunder dari promosi kesehatan karena dianggap sebagai golongan intelektual dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat diharapkan menjadi contoh dalam ikut membantu menahan laju penyebaran virus Covid-19. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswa yang sudah di vaksinasi dengan pelaksanaan protokol kesehatan tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan memberikan kuesioner secara online dan tertutup. Sample dalam penelitian ini sebanyak 210 dengan populasi 250 orang yang merupakan mahasiswa aktif dan sudah divaksinasi Covid-19 dengan dosis minimal 1 kali. Pendekatan pada penelitian ini diukurnya pengetahuan dan sikap mahasiswa UBK Garut dan diteliti hubungannya dengan perilaku pelaksanaan protocol kesehatan pada mahasiswa setelah divaksin Covid-19. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap responden dengan pelaksanaan protocol kesehatan pasca imunisasi di Universitas Bhakti Kencana Garut tahun 2022.
Determinan health locus of control pada pasien diabetes mellitus tipe 2 Nurjaman, Iman; Jinan, Ridwan Riadul; Sutrisno, Nisa Wening Asih; Sumarni, Nining; Nurulhuda, Aziz's
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1260

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a growing public health issue in Indonesia, with West Java ranking 17th in prevalence. Many patients still exhibit low self-control in managing their condition. Purpose: To identify determinants of health locus of control (HLoC) among patients with type 2 DM at the Outpatien Unit of dr. Slamet Regional Public Hospital Garut. Method: A cross-sectional analytical survey was conducted among 103 patients using structured questionnaires assessing knowledge, attitude, motivation, and family support. Data were analyzed using Chi-square and logistic regression tests. Results: Significant associations were found between HLoC and attitude (p = 0.020), motivation (p = 0.001), and family support (p = 0.011), while knowledge showed no significant relationship (p = 0.074). Motivation emerged as the strongest determinant of HLoC (p = 0.001; OR = 5.379; 95% CI = 2.065–14.015). Conclusion: Motivation plays a key role in shaping the HLoC among type 2 DM patients. Those with higher motivation were over five times more likely to exhibit a strong internal HLoC. Strengthening patient motivation through education and empowerment strategies is essential to foster better self-management and outcomes in diabetes care.   Keywords: Diabetes Mellitus; Health Locus of Control; Motivation; Patient Empowerment; Self-Control.   Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat di Indonesia, dengan Provinsi Jawa Barat menempati peringkat ke-17 dalam hal prevalensi. Banyak pasien masih menunjukkan kontrol diri yang rendah dalam mengelola kondisinya. Tujuan: Untuk mengidentifikasi determinan health locus of control (HLoC) pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik cross-sectional terhadap 103 pasien dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang menilai pengetahuan, sikap, motivasi, dan dukungan keluarga. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil: Ditemukan hubungan yang signifikan antara HLoC dengan sikap (p = 0.020), motivasi (p = 0.001), dan dukungan keluarga (p = 0.011), sementara pengetahuan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,074). Motivasi muncul sebagai determinan terkuat dari HLoC (p = 0.001; OR = 5.379; 95% CI = 2.065–14.015). Simpulan: Motivasi memegang peran kunci dalam membentuk HLoC pada pasien DM tipe 2. Pasien dengan motivasi tinggi memiliki kemungkinan lebih dari lima kali lipat untuk memiliki HLoC internal yang kuat. Penguatan motivasi pasien melalui strategi edukasi dan pemberdayaan sangat penting untuk mendorong pengelolaan diri yang lebih baik dan hasil perawatan diabetes yang optimal.   Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Health Locus of Control; Motivasi; Pemberdayaan Pasien; Pengendalian Diri.
Peningkatan Kesiapsiagaan Keluarga dalam Penanganan Pertama Kegawatdaruratan Anak di Rumah melalui Edukasi Kesehatan dan Simulasi Digital di Kelurahan Sukajaya Fauziah Bastian, Yani Annisa; Ainurrahmah, Yusni; Rinjani, Santi; Jinan, Ridwan Riadul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23882

Abstract

ABSTRAK Kondisi kegawatdaruratan tidak hanya terjadi di lingkungan Rumah Sakit, melainkan dapat juga terjadi dalam lingkungan rumah tangga terutama pada kelompok anak usia balita, diantaranya kejadian tersedak, luka bakar dan kejang demam. Adapun Faktor yang menjadi penentu keselamatan anak saat kejadian gawat darurat seperti pengetahuan, akses informasi dan keterampilan praktis anggota keluarga khususnya ibu mengenai identifikasi tanda bahaya, pertolongan pertama dan kapan harus merujuk ke layanan darurat masih terbatas. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan kader serta Ibu Rumah Tangga dengan anak usia 0-5 tahun dalam penanganan pertama kejadian kegawatadaruratan melalui edukasi dan simulasi digital. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan monitoring. Kegiatan dilaksanakan pada 26 November 2025 di RW 16 Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut dengan jumlah peserta 50 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang signifikan berdasarkan hasil pre-test dan post-test, antara lain pemahaman kegawatdaruratan dirumah dan penanganan pertama. Kesimpulan kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan keluarga dalam menangani kondisi gawat darurat, dan pemberdayaan kader sebagai agen perubahan di masyarakat. Kata Kunci: Edukasi, Kegawatdaruratan,Anak, Keluarga, Simulasi Digital.  ABSTRACT Emergency conditions do not only occur in hospital settings but can also arise within households, particularly among children under five years old, such as choking, burns, and febrile seizures. Factors that determine a child’s safety during emergencies—such as knowledge, access to information, and practical skills of family members, especially mothers, regarding the identification of danger signs, first aid, and when to seek emergency services—remain limited. Purpose: This community service program aims to improve the knowledge and preparedness of community health volunteers and mothers with children aged 0–5 years in providing initial management of emergency events through education and digital simulation. The implementation method included preparation, execution, evaluation, and monitoring. The activity was conducted on November 26, 2025, in RW 16, Sukajaya Village, Tarogong Kidul District, Garut Regency, with a total of 50 participants. The results showed a significant increase in participants’ knowledge and skills based on pre-test and post-test findings, including understanding of home emergencies and first-response actions. Conclusion: This activity had a positive impact by increasing families’ knowledge and preparedness in handling emergency conditions and empowering community health volunteers as agents of change within the community. Keywords: Education, Emergency, Children, Family, Digital Simulation.