Permasalahan dalam rias karakter horor terlihat dari masih rendahnya pemahaman siswa terhadap teknik dasar pembentukan karakter, pemilihan warna, serta pengaplikasian detail riasan. Terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan Foundation yang tepat, membaurkan Eyeshadow dan kontur, serta membentuk garis kerutan secara realistis. Selain itu, pengaplikasian eyeliner, lipstik, efek darah, dan pembentukan alis masih belum konsisten sehingga hasil riasan belum sepenuhnya sesuai dengan karakter yang diharapkan. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa masih perlu ditingkatkan melalui latihan dan pembelajaran yang lebih intensif. Penelitian ini bertujuan mengetahui analisis hasil praktek rias wajah karakter horor pada siswa kelasXII tata kecantikan SMKS Pembangunan Daerah Lubuk Pakam. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif. Populasi penelitian adalah 30 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan teknik deskriptif, persyaratan analisis dengan menggunakan kesepakatan pengamat dan persentase. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pengamatan hasil praktek rias wajah karakter horor siswi smk Swasta Pembangunan Daerah Lubuk Pakam yang diamati 3 orang pengamat yaitu 3 orang pengamat dari ahli yang berkompeten dibidang rias wajah karakter. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan lembar pengamatan hasil praktek rias wajah karakter horor siswi smk Swasta Pembangunan Daerah Lubuk Pakam. Berdasarkan hasil penelitian analisis hasil praktek rias wajah karakter horor pada siswa kelas XII tata kecantikan SMKS Pembangunan Daerah Lubuk Pakam yang telah dilakukan maka diketahui hasil rata-rata skor siswa mendapatkan 82 dengan skor tertinggi 91 dan skor terendah 74. Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data secara keseluruhan maka diketahui bahwa dari 30 orang sampel penelitian, 2 orang (7%) cenderung sangat baik, lalu 11 orang (37%) cenderung baik, dan 14 orang (47%) cenderung Cukup baik, lalu 3 orang (10%) cenderung kurang baik. Dengan demikian yang memiliki persentase tertinggi adalah pada kategori cukup baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa intensitas Hasil Praktik rias wajah Karakter Horor tergolong kategori cukup Baik.