Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kinerja Simpang Empat Tak Bersinyal Dengan Metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 (Studi Kasus : Jl. Raflesia, Jl. Kebun Veteran, dan Jl. Seruni) Elms Elona Reski; Makmun Reza Razali; Agustin Gunawan; Samsul Bahri; Rena Misliniyati
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.1 JANUARI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i1.27506

Abstract

Persimpangan Jalan Raflesia - Jalan Kebun Veteran - Jalan Seruni merupakan salah satu persimpangan tak bersinyal di Kota Bengkulu. Persimpangan ini sering mengalami kemacetan akibat banyaknya kendaraan bermotor, mobil, pedagang kaki lima dan kawasan sekolah di sekitar persimpangan. Tujuannya ialah menentukan kinerja persimpangan dan tingkat layanan persimpangan. Metode yang digunakan adalah Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023. Data lalu lintas diperoleh dengan menghitung jumlah kendaraan di lapangan selama dua hari pada jam sibuk. Hasil analisis volume lalu lintas mengalami arus puncak pada hari Senin sebanyak 6.768 kendaraan dengan volume 2.512 SMP/jam. Hasil analisis kinerja persimpangan menunjukkan nilai kapasitas 3.465 SMP/jam, tundaan 8,3 detik, peluang antrian 21%-43%, derajat kejenuhan 0,73 dan tingkat layanan persimpangan dikategorikan sebagai E. Alternatif untuk memperoleh tingkat layanan yang lebih baik adalah memperlebar Jalan Bandar Raya menjadi 9 m. Hasil yang diperoleh menunjukkan kapasitas persimpangan sebesar 2514,22 SMP/jam, tundaan sebesar 13,79 detik, peluang antrian sebesar 27,72% - 54,89%, derajat kejenuhan 0,83, dan tingkat layanan persimpangan yang diperoleh, dengan merujuk pada kriteria tingkat layanan yang sesuai dengan standar, persimpangan tanpa lampu lalu lintas di Jalan Rafflesia diklasifikasikan ke dalam kategori tingkat layanan B, yang menunjukkan bahwa aliran lalu lintas berada dalam kondisi aliran stabil dengan kecepatan awal yang dibatasi