Ranjani, Aisyah Asylah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor Ergonomi dan Individu terhadap Risiko Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Dokter Gigi: Systematic Literature Review Ranjani, Aisyah Asylah; Rini, Willia Novita Eka; Aswin, Budi
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i3.1583

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan muskuloskeletal akibat kerja yang banyak ditemukan pada profesi dokter gigi, terutama akibat paparan faktor ergonomi dan faktor individu secara kumulatif. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji faktor ergonomi kerja dan faktor individu yang berperan dalam meningkatkan risiko kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada dokter gigi. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci Carpal Tunnel Syndrome, dentist, ergonomic risk factors, repetitive movement, dan work-related musculoskeletal disorders. Dari hasil penelusuran ditemukan 396 artikel dan yang memenuhi seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 15 artikel ilmiah yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa gerakan tangan repetitif dengan durasi lama, postur kerja pergelangan tangan yang tidak netral (fleksi, ekstensi, dan deviasi ulnar atau radial), serta durasi tindakan klinis yang panjang (>30 menit) secara konsisten meningkatkan tekanan pada terowongan karpal dan menjadi faktor risiko utama terjadinya CTS pada dokter gigi. Paparan alat kedokteran gigi yang menghasilkan getaran juga berkontribusi terhadap peningkatan gangguan saraf perifer dan memperberat gejala CTS. Selain faktor pekerjaan, usia yang lebih tua dan masa kerja yang panjang berperan sebagai faktor predisposisi yang memperkuat kejadian CTS, sedangkan indeks massa tubuh (IMT) tinggi cenderung meningkatkan risiko melalui peningkatan tekanan jaringan lunak pada terowongan karpal. Dapat disimpulkan bahwa CTS pada dokter gigi merupakan masalah kesehatan kerja yang bersifat multifaktorial, di mana faktor ergonomi kerja bertindak sebagai pemicu utama, dan faktor individu memperkuat tingkat keparahan dan kejadian CTS. Penerapan ergonomi kerja yang baik, pengendalian durasi tindakan klinis, serta upaya pencegahan berbasis kesehatan kerja diperlukan untuk menurunkan risiko CTS pada dokter gigi.