Chips are classified as snacks or snacks in the form of thin slices which are widely known because they are not too filling, tasty, crunchy and have a variety of flavors such as spicy, salty and sweet. Therefore, the author took the initiative to develop innovation in using banana stems as the main ingredient in making chips.This research aims to evaluate the effect of soaking in whiting solution on the quality of banana stem chips. The method used was experimentation with variations in soaking time (8, 10, 12, and 14 hours) and the influence of water content, ash content, and organoleptic tests (color, aroma, taste, and texture). Data were analyzed using a Completely Randomized Design (CRD) and continued with the ANOVA test.The results showed that soaking in a whiting solution could improve the quality of banana stem chips. Chips soaked for 10 hours produced the lowest water content (4.12%) and optimal ash content (2.65%). Organoleptic tests showed that this sample also received the best assessment from the panelists, with the highest scores on color and aroma. This research concludes that soaking in a whiting solution is effective in improving the quality of banana stem chips, providing new opportunities for utilizing agricultural waste with economic value. Keripik tergolong cemilan ataupun makanan ringan dengan bentuk irisan tipis yang banyak dikenal sebab sifat yang dimiliki yakni tidak terlalu mengenyangkan, gurih, renyah, dan beraneka rasa misalnya pedas, asin, dan manis. Oleh karena itu, penulis berinisiatif mengembangkan inovasi dalam memanfaatkan pelepah pisang sebagai bahan utamanya dalam pembuatan keripik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perendaman larutan kapur sirih terhadap kualitas keripik batang pisang. metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi lama perendaman (8, 10, 12, dan 14 Jam) dan pengaruh parameter kadar air, kadar abu, serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan Tekstur). Data dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilanjutkan dengan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dalam larutan kapur sirih dapat meningkatkan kualitas keripik batang pisang. Keripik yang direndam selama 10 jam menghasilkan kadar air terendah (4,12%) dan kadar abu yang optimal (2,65%). Uji organoleptik menunjukkan bahwa sampel ini juga mendapat penilaian terbaik dan panelis, dengan skor tertinggi pada warna dan aroma. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perendaman dalam larutan kapur sirih efektif dalam meningkatkan kualitas keripik batang pisang, memberikan peluang baru dalam pemanfaatan limbah pertanian yang bernilai ekonomis.