Kinerja produksi overburden (OB) di lokasi PT Antareja Mahada Makmur selama kuartal pertama 2025 tidak memenuhi target, khususnya dalam hal produksi dan produktivitas. Pemeliharaan jalan menyumbang sekitar 35% dari total kehilangan produksi, dengan produktivitas hanya mencapai 96.24% dari rencana sebesar 471.57 BCM/jam (target: 490 BCM/jam). Penyebab utama kinerja yang kurang optimal ini adalah kualitas jalan yang buruk pada rute angkut overburden utama, ditunjukkan oleh nilai rendah dalam indikator kondisi jalan (URCI < 70, CBR < 36%, kecepatan rata-rata 19.10 km/jam). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi jalan dan menetapkan metode standar konstruksi dan pemeliharaan jalan guna meningkatkan produksi dan produktivitas di Pit TAL Utara Barat. Solusi mengintegrasikan enam strategi perbaikan utama: pemetaan material, pengujian laboratorium material terpilih, konstruksi sistem drainase, penggalian spoil untuk pelebaran jalan, penetapan teknik layering dan pemadatan standar, serta pertemuan koordinasi rutin antara tim teknik dan produksi. Implementasi dari Mei hingga Juli 2025 menghasilkan capaian produksi 99.22% dari rencana (dibandingkan 84.18% sebelumnya), peningkatan produktivitas 113.26% (dibandingkan 96.72%), peningkatan kecepatan 18.15% (dari 19.10 menjadi 22.57 km/jam), peningkatan URCI 84.38% (dari 32 menjadi 59), dan peningkatan CBR 35% (dari 20 menjadi 27 pada segmen bermuatan). Manfaat finansial mencapai Rp57.840.540.559,02 setelah mengurangi biaya implementasi. Proses standarisasi menghasilkan tiga standar baru: Standar Parameter Material Jalan, Standar Parameter Layering dan Pemadatan, dan Standar Prosedur Operasional untuk pengujian Dynamic Cone Penetrometer. Pendekatan komprehensif ini berhasil mengatasi masalah kualitas jalan dan memberikan solusi berkelanjutan untuk mempertahankan kinerja jalan angkut yang optimal dalam operasi pertambangan.