Batubara, Aprina
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sistem Pakar Diagnosa Dini Diabetes Pada Remaja Di Klinik Andriani Menggunakan Metode Teorema Bayes Batubara, Aprina; Ramadhan, Mukhlis; Kusnasari, Sri
Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD) Vol. 5 No. 1 (2026): EDISI JANUARI 2026
Publisher : STMIK Triguna Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53513/jursi.v5i1.12203

Abstract

Penyakit diabetes pada remaja dini menjadi perhatian khusus karena dapat berdampak serius terhadap kesehatan jangka panjang. Deteksi dini terhadap gejala-gejala diabetes sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar yang mampu mengidentifikasi kemungkinan terjadinya diabetes berdasarkan gejala yang dialami oleh remaja dini dengan menerapkan metode Teorema Bayes. Metode ini digunakan untuk menghitung probabilitas terjadinya suatu jenis diabetes berdasarkan gejala-gejala yang diinput oleh pengguna. Sistem ini dibangun dengan basis pengetahuan yang bersumber dari data dan referensi medis terpercaya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan diagnosis dengan probabilitas yang mendekati hasil dari tenaga medis, dengan contoh kasus menunjukkan bahwa pasien D1 terdiagnosis menderita Diabetes tipe-I dengan probabilitas sebesar 54%. Akurasi sistem juga dinilai cukup baik berdasarkan perbandingan dengan data riil dan masukan dari tenaga medis. Dengan demikian, sistem pakar ini dapat menjadi alat bantu alternatif dalam proses skrining awal penyakit diabetes pada remaja dini. Dengan adanya sistem pakar ini, proses deteksi dini penyakit diabetes pada remaja dini dapat dilakukan dengan lebih cepat, praktis, dan terstruktur. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam mendukung tenaga medis maupun masyarakat umum sebagai sarana skrining awal, sehingga potensi risiko komplikasi akibat keterlambatan penanganan dapat diminimalisasi.