Tren nail art mencerminkan transformasi budaya kecantikan modern, di mana aspek estetika berpadu dengan ekspresi identitas dan komunikasi nonverbal. Lebih dari sekadar ornamen visual, nail art mengandung dimensi sosial dan psikologis yang berperan penting dalam pembentukan citra diri serta kepercayaan diri perempuan. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya masih berfokus pada aspek estetika dan emosional, dengan perhatian empiris yang terbatas terhadap nail art sebagai bentuk interaksi interpersonal dan pembentukan makna sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis makna simbolik nail art dalam pembentukan kepercayaan diri perempuan melalui perspektif teori interaksi simbolik. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap sepuluh artikel ilmiah yang terbit antara tahun 2021 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa nail art berperan penting dalam proses representasi diri dan pembentukan identitas sosial perempuan. Secara sosial, nail art menjadi medium ekspresi nilai, kepribadian, dan status sosial, sedangkan secara psikologis, praktik ini meningkatkan rasa percaya diri, penghargaan diri, dan kesejahteraan emosional. Temuan lintas budaya menunjukkan variasi makna sesuai konteks sosialnya, namun secara umum nail art dipahami sebagai simbol pemberdayaan dan afirmasi diri perempuan. Penelitian ini mengisi kekosongan kajian yang selama ini lebih menekankan aspek estetika nail art, dengan menghadirkan pendekatan interaksi simbolik untuk memahami dimensi sosial dan gender dari praktik kecantikan tersebut. Dengan demikian, nail art dapat dipahami sebagai bentuk komunikasi simbolik yang mengintegrasikan aspek estetika, sosial, dan psikologis dalam pembentukan identitas serta kepercayaan diri perempuan di masyarakat kontemporer.