Kesepian merupakan kondisi psikologis yang berdampak negatif terhadap kesejahteraan individu, termasuk menurunnya psychological well-being (PWB). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor protektif yang mampu memoderasi hubungan antara kesepian dan psychological well-being. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan pendekatan narrative review terhadap 20 artikel ilmiah nasional dan internasional terbitan 2015–2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kesepian memiliki hubungan negatif signifikan dengan psychological well-being, terutama pada dimensi relasi positif dengan orang lain, penerimaan diri, penguasaan lingkungan, dan otonomi. Faktor-faktor protektif yang ditemukan meliputi faktor internal seperti self-esteem, resiliensi, mindfulness, dan self-compassion, serta faktor eksternal seperti dukungan sosial dan strategi coping adaptif. Mekanisme perlindungan bekerja melalui mediasi penurunan stres, peningkatan afek positif, dan penguatan keyakinan diri serta moderasi efek buffering terhadap dampak kesepia). Hasil penelitian menegaskan pentingnya pendekatan strength-based dan intervensi multi-komponen, seperti Mindfulness-Based Cognitive Therapy dan kelompok social support, untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis individu yang mengalami kesepian