Generasi Z seringkali dikenal dengan generasi digital yang tumbuh dan berkembang serta ketergantungan dengan teknologi. Sebagai generasi digital, Generasi Z tidak hanya bergantung pada teknologi dalam kehidupan sehari-hari tetapi juga menghadapi tantangan dalam regulasi emosi akibat paparan konten digital yang intensif. Peran orang tua sebagai pengasuh utama sangat diperlukan bagi para remaja khususnya peran ayah yang sangat berpengaruh terhadap regulasi emosi anak. Namun, masih sedikit studi yang mengkaji hubungan ketiga variabel ini secara komprehensif, sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh regulasi emosi dan keterampilan sosial terhadap keterlibatan peran ayah. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 98 sampel. Instrumen penelitian berupa skala regulasi emosi dan skala keterlibatan ayah yang disebarkan secara daring menggunakan Google Form. Hasil uji korelasi Spearman dengan nilai r = 0,163 dan p = 0,067 menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Mayoritas responden berada pada kategori peran ayah rendah, yaitu sebesar 66,67%, sementara kemampuan regulasi emosi responden cenderung berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan peran ayah tidak berpengaruh langsung terhadap kemampuan regulasi emosi remaja dalam penelitian ini, sehingga faktor-faktor lain di luar peran ayah tampaknya memiliki pengaruh yang lebih kuat dalam membentuk kemampuan regulasi emosi pada remaja Generasi Z