Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang dimulai sejak masa kehamilan. Upaya pencegahan yang efektif perlu dimulai sedini mungkin melalui edukasi gizi yang tepat kepada ibu hamil. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya nutrisi selama kehamilan sebagai strategi utama pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Gribig Kabupaten Kudus. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 30 April 2025 di Desa Padurenan dengan melibatkan ibu hamil dan kader posyandu. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, pembagian buku saku, serta demo masak menu sehat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman yang signifikan, di mana 93% peserta memahami pentingnya nutrisi selama kehamilan dan 87% menyadari bahwa stunting dapat dicegah sejak masa kehamilan. Sebagian besar juga mampu menyebutkan jenis nutrisi utama seperti protein (83%), zat besi (73%), dan asam folat (67%). Pendekatan yang variatif dan kontekstual terbukti mampu mengatasi kendala seperti kurangnya pengetahuan, kebosanan makanan sehat, serta mitos yang masih beredar di masyarakat. Program ini menunjukkan edukasi gizi dengan pendekatan interaktif, visual, dan aplikatif efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya nutrisi selama kehamilan. Program serupa disarankan untuk direplikasi di wilayah lain dengan prevalensi stunting yang tinggi. AbstractStunting is a condition of growth failure in children due to chronic malnutrition that begins during pregnancy. Effective prevention efforts need to begin as early as possible through proper nutrition education for pregnant women. This community service program aims to increase pregnant women's understanding of the importance of nutrition during pregnancy as a primary strategy for stunting prevention in the Gribig Community Health Center (Puskesmas) working area of Kudus Regency. This activity was held on Wednesday, April 30, 2025, in Padurenan Village, involving pregnant women and Posyandu (Integrated Service Post) cadres. The implementation method included interactive counseling, distribution of pocket books, and healthy cooking demonstrations. Evaluation was carried out through pre- and post-tests to measure changes in participants' knowledge. The results showed a significant increase in understanding, with 93% of participants understanding the importance of nutrition during pregnancy and 87% realizing that stunting can be prevented during pregnancy. Most were also able to name key nutrients such as protein (83%), iron (73%), and folic acid (67%). A varied and contextual approach has proven effective in overcoming obstacles such as lack of knowledge, boredom with healthy foods, and persistent myths. This program demonstrates that nutrition education, using an interactive, visual, and practical approach, is effective in increasing pregnant women's understanding of the importance of nutrition during pregnancy. Similar programs are recommended for replication in other areas with a high prevalence of stunting.